Scroll untuk melanjutkan berita!
Iklan di Solusiindonesia.com
Internasional

Eskalasi Timur Tengah: Iran Luncurkan Rudal Balistik Kheibar ke Kantor Netanyahu

×

Eskalasi Timur Tengah: Iran Luncurkan Rudal Balistik Kheibar ke Kantor Netanyahu

Sebarkan artikel ini
Rudal Balistik Kheibar. Foto: Instagram

Solusiindonesia.com — Situasi di Timur Tengah kembali mencapai titik didih. Garda Revolusi Iran (IRGC) secara resmi mengonfirmasi bahwa mereka telah meluncurkan serangan rudal balistik yang menargetkan titik vital di jantung pertahanan Israel, termasuk kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

Berdasarkan pernyataan resmi yang dirilis melalui kantor berita Fars dan dikutip oleh AFP pada Senin (2/3/2026), serangan udara ini tidak hanya menyasar pusat pemerintahan tetapi juga instalasi militer tingkat tinggi.

Dua target utama dalam operasi ini adalah:

  • Kantor Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.
  • Markas Besar Komandan Angkatan Udara Israel.

Pihak Garda Revolusi menegaskan bahwa operasi ini merupakan bentuk respons terhadap tindakan yang mereka sebut sebagai kejahatan rezim Zionis. Hingga saat ini, laporan mendetail mengenai kerusakan fisik maupun korban jiwa di lokasi kejadian masih dalam tahap verifikasi.

Mengenal Rudal Kheibar: Senjata Utama Iran
Dalam serangan kali ini, Iran mengandalkan Rudal Balistik Kheibar. Senjata ini bukan sekadar proyektil biasa, melainkan salah satu alutsista paling mutakhir milik Teheran yang memicu kekhawatiran global.

Spesifikasi dan Keunggulan Rudal Kheibar:

  • Jangkauan Operasional: Memiliki daya jangkau hingga 1.450 kilometer, yang secara teknis mampu menjangkau seluruh wilayah Israel jika ditembakkan dari daratan Iran.
  • Teknologi Bahan Bakar: Menggunakan bahan bakar padat yang memungkinkan persiapan peluncuran jauh lebih cepat dibandingkan bahan bakar cair.
  • Sistem Navigasi: Dilengkapi dengan sistem panduan canggih yang meningkatkan akurasi serangan secara signifikan.
  • Kemampuan Manuver: Keunggulan utama Kheibar terletak pada hulu ledaknya yang mampu bermanuver di udara. Fitur ini dirancang khusus untuk mengecoh dan menembus sistem pertahanan udara konvensional seperti Iron Dome atau Arrow.

Konteks Geopolitik yang Kian Memanas
Serangan ini terjadi di tengah rentetan konflik yang meluas di kawasan tersebut. Sebelumnya, Iran juga dilaporkan melakukan serangan terhadap basis militer Amerika Serikat di Kuwait, sementara negara-negara Eropa seperti Prancis mulai menyatakan kesiapan mereka untuk membela stabilitas negara-negara Arab seperti Yordania dan Arab Saudi dari ancaman Iran.

Ketegangan ini menandai babak baru dalam konfrontasi langsung antara Teheran dan Tel Aviv, yang berpotensi memicu eskalasi militer lebih lanjut di skala regional.