Scroll untuk melanjutkan berita!
Iklan di Solusiindonesia.com
Internasional

Kapal Selam AS Torpedo Fregat Iran di Samudra Hindia, 87 Pelaut Tewas

×

Kapal Selam AS Torpedo Fregat Iran di Samudra Hindia, 87 Pelaut Tewas

Sebarkan artikel ini
Kapal Selam AS Torpedo Fregat Iran di Samudra Hindia, 87 Pelaut Tewas. Foto: Tangkapan layar

Solusiindonesia.com — Eskalasi konflik di Timur Tengah mencapai titik didih baru setelah kapal selam Amerika Serikat (AS) menenggelamkan kapal perang Iran, IRIS Dena, di perairan internasional lepas pantai Sri Lanka. Insiden dramatis ini mengakibatkan sedikitnya 87 pelaut tewas dan puluhan lainnya dinyatakan hilang.

Serangan “Silent Death” di Samudra Hindia
Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, mengonfirmasi serangan tersebut dalam konferensi pers di Washington pada Rabu (4/3/2026). Hegseth menjuluki operasi tersebut sebagai “silent death” atau kematian senyap, menegaskan bahwa militer AS berkomitmen penuh untuk memenangkan konfrontasi ini.

“Sebuah kapal selam Amerika menenggelamkan kapal perang Iran yang mengira mereka aman di perairan internasional. Ini adalah penenggelaman kapal musuh pertama dengan torpedo sejak era Perang Dunia II,” ujar Hegseth sebagaimana dikutip dari AFP.

Penyerangan ini merupakan bagian dari perluasan konflik yang dipicu oleh ketegangan gabungan antara AS-Israel melawan Iran yang kini merembet hingga ke wilayah Samudra Hindia.

Evakuasi Massal oleh Angkatan Laut Sri Lanka
Pemerintah Sri Lanka melalui Menteri Luar Negeri Vijitha Herath melaporkan bahwa operasi penyelamatan segera dilakukan setelah menerima panggilan darurat pada waktu subuh. Meskipun tim penyelamat tiba di lokasi dalam waktu satu jam, kapal IRIS Dena dilaporkan sudah tenggelam sepenuhnya, hanya menyisakan tumpahan minyak di permukaan laut.

Buddhika Sampath, juru bicara Angkatan Laut Sri Lanka, menyatakan bahwa sebanyak 32 pelaut berhasil dievakuasi dalam kondisi luka-luka dan saat ini sedang menjalani perawatan intensif di rumah sakit Kota Galle.

“Kami telah menemukan 87 jenazah, namun 61 pelaut lainnya masih belum ditemukan. Pencarian intensif masih terus dilakukan di sekitar titik tenggelamnya kapal,” tambah seorang pejabat pertahanan Sri Lanka.

Dampak Geopolitik Global
Insiden ini menandai babak baru yang sangat berbahaya dalam peta konflik global. Keterlibatan langsung kapal selam AS dalam melakukan serangan torpedo diprediksi akan memicu reaksi keras dari Teheran.

Sebelumnya, situasi di kawasan memang sudah memanas setelah laporan mengenai penghancuran rudal-rudal Iran oleh NATO yang diduga diarahkan ke wilayah Siprus. Dengan tenggelamnya IRIS Dena, kekhawatiran akan terjadinya perang terbuka yang lebih luas di jalur perdagangan internasional kini menjadi ancaman nyata bagi stabilitas ekonomi dan keamanan dunia.