Solusiindonesia.com — Eskalasi konflik di Timur Tengah memasuki babak baru. Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran resmi mengerahkan salah satu alutsista paling mematikannya, Rudal Sejjil, dalam Operasi True Promise 4 pada Minggu (15/3/2026). Langkah ini diambil Teheran sebagai balasan atas serangan yang dilancarkan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Penggunaan Sejjil kali ini menjadi sorotan dunia lantaran ini adalah kali kedua rudal tersebut diterjunkan dalam medan tempur aktif, setelah debutnya pada Juni 2025 lalu.
Berbeda dengan varian rudal Shahab yang menggunakan bahan bakar cair, Sejjil adalah jenis rudal balistik jarak menengah (Medium-Range Ballistic Missile/MRBM) yang menggunakan bahan bakar padat (solid-propellant).
Teknologi ini memberikan keuntungan taktis yang signifikan:
- Kecepatan Mobilisasi: Tidak memerlukan proses pengisian bahan bakar yang lama sebelum diluncurkan.
- Efek Kejut: Sulit dideteksi oleh satelit intelijen musuh karena dapat disiapkan dalam waktu singkat.
- Mobilitas Tinggi: Mudah dipindahkan menggunakan kendaraan peluncur (TEL) ke berbagai lokasi tersembunyi.
Berdasarkan data dari CSIS Missile Defense Project, rudal ini memiliki dimensi yang masif dengan kemampuan jelajah yang mematikan. Berikut adalah rincian spesifikasinya:
Fitur Detail Spesifikasi Panjang 18 Meter Diameter 1,25 Meter Berat Luncur 23.600 Kilogram Hulu Ledak ± 700 Kilogram Jangkauan 2.000 – 2.500 Kilometer Kecepatan Mach 12-14 (Atmosfer) / Mach 5 (Terminal)
Dengan daya jelajah hingga 2.500 km, rudal ini dengan mudah menjangkau target strategis di seluruh wilayah Israel, Arab Saudi, hingga pangkalan militer Amerika Serikat yang tersebar di kawasan Timur Tengah.
Nama rudal ini tidak dipilih sembarangan. Diambil dari bahasa Arab yang tercantum dalam Al-Qur’an Surah Al-Fil, Sejjil merujuk pada batu tanah liat yang terbakar. Dalam sejarah Islam, batu ini dibawa oleh burung Ababil untuk menumbangkan pasukan gajah yang hendak menyerang Ka’bah. Simbolisme ini mempertegas posisi Iran yang memosisikan senjata ini sebagai instrumen pertahanan sekaligus pembalas bagi pihak yang dianggap sebagai “penyerang”.
Sejak uji coba pertamanya di tahun 2008, Iran terus mengembangkan varian ini. Muncul laporan mengenai pengembangan Sejjil 3 yang diprediksi jauh lebih mengerikan.
Rudal masa depan ini dikabarkan memiliki sistem peluncur tiga tahap dengan berat mencapai 38.000 kg dan jangkauan maksimum hingga 4.000 kilometer. Jika hal ini terwujud, jangkauan serang Iran akan meluas hingga ke daratan Eropa.
Dalam operasi terbaru ini, Sejjil tidak beraksi sendirian. Ia didampingi oleh “rekan-rekannya” seperti rudal superberat Khorramshahr yang membawa hulu ledak 2 ton, serta rudal presisi Khaybar-shekan, Qadr, dan Emad.





