Scroll untuk melanjutkan berita!
Iklan di Solusiindonesia.com
Internasional

Jerman Tegas Tolak Bantu Trump di Selat Hormuz: Ini Bukan Urusan NATO!

×

Jerman Tegas Tolak Bantu Trump di Selat Hormuz: Ini Bukan Urusan NATO!

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi bendera Jerman. Foto: Pixabay

Solusiindonesia.com — Ketegangan di Selat Hormuz memicu gesekan diplomatik baru antara Amerika Serikat (AS) dan sekutu Eropanya. Pemerintah Jerman secara resmi menolak permintaan Presiden AS Donald Trump untuk ikut campur dalam mengamankan jalur pelayaran strategis tersebut dari blokade Iran. Berlin menegaskan bahwa konflik ini berada di luar ranah aliansi militer NATO.

“Perang ini tidak ada hubungannya dengan NATO. Ini bukan perang NATO,” tegas juru bicara Kanselir Jerman, Friedrich Merz, mengutip laporan CNN, Senin (16/3/2026).

Pernyataan keras ini muncul sebagai respons atas gertakan Trump yang menyebut masa depan NATO akan “suram” jika negara-negara anggotanya enggan turun tangan menghadapi Iran. Namun, Jerman tetap pada pendiriannya untuk tidak terlibat dalam operasi militer apa pun di wilayah tersebut.

Juru bicara pemerintah Jerman menambahkan bahwa partisipasi militer di Selat Hormuz sama sekali tidak masuk dalam agenda pemerintah, baik sebelum pecahnya konflik maupun saat ini.

Senada dengan itu, Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul setibanya di Brussels menyatakan hal serupa. Ia menegaskan tidak melihat adanya urgensi atau peran bagi anggota NATO untuk melakukan intervensi di jalur perdagangan minyak dunia itu.

Sikap kaku Jerman ini juga dipengaruhi oleh hubungan yang kurang harmonis antara Kanselir Friedrich Merz dengan kebijakan luar negeri Trump. Dalam beberapa hari terakhir, Merz kian vokal mengkritik langkah Washington.

Rencananya, Merz akan bertemu dengan Perdana Menteri Belanda Rob Jetten di Berlin hari ini. Pertemuan kedua pemimpin negara tersebut diprediksi akan membahas lebih lanjut mengenai strategi Eropa dalam merespons tekanan dari Donald Trump.

Sebelumnya, dalam wawancara dengan Financial Times, Donald Trump melontarkan ancaman terselubung bahwa aliansi NATO bisa berakhir buruk jika tidak membantu AS membuka kembali Selat Hormuz.

Tak hanya menyasar NATO, Trump juga mengancam akan menunda pertemuan penting dengan Presiden China Xi Jinping akhir bulan ini. Ia berharap Beijing bisa ikut menekan Iran agar lalu lintas kapal di Hormuz kembali normal.

“Sudah seharusnya negara-negara yang meraup keuntungan dari Selat itu ikut memastikan keamanan di sana,” cetus Trump.

Hingga saat ini, blokade Iran di Selat Hormuz terus memicu ketidakpastian ekonomi global, sementara Iran sendiri baru saja mengumumkan kenaikan upah minimum sebesar 60% di tengah kondisi perang yang berkecamuk.