Scroll untuk melanjutkan berita!
Iklan di Solusiindonesia.com
Internasional

Dampak Perang AS-Israel vs Iran: Vladimir Putin Peringatkan Krisis Setara Pandemi COVID-19

×

Dampak Perang AS-Israel vs Iran: Vladimir Putin Peringatkan Krisis Setara Pandemi COVID-19

Sebarkan artikel ini
Presiden Rusia, Vladimir Putin / foto: instagram

Situasi di Timur Tengah saat ini terus berkembang. Gangguan pada rantai pasok energi global diprediksi akan berdampak langsung pada harga BBM dan inflasi di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Solusiindonesia.com — Presiden Rusia, Vladimir Putin, memberikan peringatan keras terkait eskalasi konflik di Timur Tengah. Putin menilai dampak peperangan antara Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran dapat memicu guncangan global yang serupa dengan krisis pandemi COVID-19 yang melanda dunia enam tahun silam.

Dalam pertemuan dengan para pemimpin bisnis di Moskow, Putin menyoroti sulitnya memprediksi akhir dari ketegangan ini. Menurutnya, konflik yang melibatkan kekuatan besar di wilayah strategis akan membawa konsekuensi fatal bagi stabilitas ekonomi internasional.

“Sudah ada estimasi bahwa dampak dari konflik ini bisa dibandingkan dengan epidemi virus Corona,” ujar Putin seperti dikutip dari Reuters, Jumat (27/3/2026).

Ia mengingatkan kembali bagaimana pandemi COVID-19 secara drastis menghambat pertumbuhan di seluruh benua. Kini, pola serupa mulai terlihat akibat perang di Timur Tengah, yang meliputi terganggunya jalur perdagangan internasional, hambatan distribusi barang modal dan konsumsi dan tekanan sektor industri perusahaan di bidang hidrokarbon (minyak dan gas), logam, hingga pupuk mengalami tekanan hebat.

Kondisi semakin kritis sejak AS dan Israel meluncurkan operasi militer skala besar ke Iran pada akhir Februari lalu. Serangan tersebut tidak hanya menelan ribuan korban jiwa, termasuk pemimpin tertinggi Iran, tetapi juga melumpuhkan jalur pelayaran Selat Hormuz.

Sebagai jalur urat nadi energi dunia, pembatasan aktivitas di Selat Hormuz sejak awal Maret telah menyebabkan:

  • Lonjakan Biaya Pengiriman: Risiko keamanan laut membuat premi asuransi dan biaya logistik melambung.
  • Krisis Energi: Harga minyak mentah dunia merangkak naik akibat terhambatnya suplai dari Timur Tengah.

Iran tidak tinggal diam dengan meluncurkan serangan balasan menggunakan drone dan rudal ke titik-titik strategis di Israel serta pangkalan militer AS di negara-negara Teluk. Laporan mencatat belasan tentara AS tewas dan ratusan lainnya luka-luka akibat aksi balasan ini.

Pihak Rusia memandang bahwa para aktor yang terlibat dalam perang ini pun kemungkinan besar tidak mampu memprediksi arah konflik ke depan, yang membuat situasi global semakin penuh ketidakpastian.