Scroll untuk melanjutkan berita!
Iklan di Solusiindonesia.com
Internasional

Blokade Mematikan: 96 Anak Gaza Meninggal karena Lapar

×

Blokade Mematikan: 96 Anak Gaza Meninggal karena Lapar

Sebarkan artikel ini
Anak-anak di Gaza Kelaparan dan kekurangan gizi / foto: tangkapan layar x

Solusiindonesia.com — Otoritas kesehatan di Gaza melaporkan bahwa hampir 200 warga, termasuk 96 anak-anak, telah meninggal akibat kelaparan.

sementara warga yang kelaparan terus berjuang mendapatkan makanan dari pengiriman udara yang berisiko dan pusat distribusi bantuan yang mematikan yang dikelola oleh GHF.

Blokade Israel yang terus berlangsung telah menciptakan kelaparan buatan yang semakin mencengkeram wilayah tersebut, dengan empat kematian tambahan akibat kelaparan dan kekurangan gizi, tercatat dari rumah sakit total korban mencapai 197 jiwa. Kamis ( 07/08/2025).

Mengutip dari Al Jazeera, suasana di Kota Gaza digambarkan “apokaliptik,” menurut Ibrahim al-Khalili, yang melaporkan bahwa ratusan orang berebut mencari serpihan bantuan udara di tengah reruntuhan bangunan.

“Di sini, pertarungannya bukan sekadar untuk makanan, melainkan untuk bertahan hidup,” ujarnya.

Salah satu pengungsi, Mustafa Tanani, menyebut banyak paket bantuan tersangkut di antara bangunan dan tidak bisa dijangkau.

“Kami datang dari jauh tapi pulang dengan tangan kosong. Tempat bantuan dijatuhkan terlalu berbahaya,” katanya.

Rumah Sakit Nasser menyatakan dua anak kembali meninggal karena kelaparan pada hari Kamis, salah satunya balita perempuan berusia dua tahun di al-Mawasi.

PBB menyebut bahwa dari 290.000 anak di bawah lima tahun yang sangat membutuhkan bantuan gizi, hanya 8.700 yang berhasil dijangkau oleh mitranya pada bulan Juli

Menjadikannya tingkat kekurangan gizi akut tertinggi yang pernah tercatat untuk periode bulanan, menurut pernyataan Direktur WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus.

Amjad Shawa, Direktur Jaringan LSM di Gaza, mengungkapkan bahwa sekitar 200.000 anak di Jalur Gaza mengalami malnutrisi berat, sebagian besar akibat minimnya pasokan susu formula dan suplemen gizi karena blokade Israel yang diperketat sejak Maret. seperti yang dilaporkan oleh Al Jazeera.

Sementara itu, Kantor Media Pemerintah Gaza mencatat hanya 92 truk bantuan yang berhasil masuk pada hari Rabu, jauh di bawah kebutuhan harian 500-600 truk menurut perkiraan PBB.

Bantuan yang masuk pun sebagian besar gagal mencapai warga karena “penjarahan dan perampokan” yang terjadi akibat “kekacauan keamanan yang disengaja” oleh Israel, tambah kantor tersebut.(*)