Scroll untuk melanjutkan berita!
Iklan di Solusiindonesia.com
Internasional

Pertahanan Sipil: Kota Gaza Terancam Lenyap, Ratusan Warga Masih Terjebak Reruntuhan

×

Pertahanan Sipil: Kota Gaza Terancam Lenyap, Ratusan Warga Masih Terjebak Reruntuhan

Sebarkan artikel ini
kawasan Zeitoun dan Sabra di Gaza / foto: tangkapan layar x

Soluiindonesia.com — Israel telah meratakan lebih dari 1.000 bangunan di kawasan Zeitoun dan Sabra, Kota Gaza, sejak melancarkan invasi pada 6 Agustus, sehingga ratusan warga terperangkap di bawah reruntuhan, menurut keterangan Pertahanan Sipil Palestina.

Badan tersebut menyampaikan bahwa operasi penyelamatan dan penyaluran bantuan sangat terhambat akibat gempuran yang terus berlangsung serta jalur akses yang tertutup. Pada Minggu (24/08/2025).

Dikutip dari Al Jazeera, petugas darurat terus menerima laporan warga hilang, namun keterbatasan kapasitas membuat mereka tak mampu merespons secara cepat, sementara rumah sakit kewalahan menghadapi lonjakan korban.

Pertahanan Sipil menegaskan adanya kekhawatiran besar terhadap serangan Israel yang terus berlanjut di Kota Gaza, sedangkan tim di lapangan tidak memiliki sumber daya memadai untuk menanggulangi intensitas serangan tersebut.

Mereka juga menyebut, tidak ada wilayah yang benar-benar aman di Jalur Gaza, baik di bagian utara maupun selatan, karena serangan menyasar rumah penduduk, tempat perlindungan, hingga kamp pengungsian.

Tank-tank Israel dilaporkan telah memasuki Sabra sebagai bagian dari upaya untuk sepenuhnya menguasai Kota Gaza, langkah yang memaksa hampir sejuta penduduk setempat mengungsi ke wilayah selatan.

Pernyataan itu memperkuat kekhawatiran bahwa Israel berencana menghancurkan Kota Gaza seperti yang terjadi di Rafah, kampanye yang oleh kelompok HAM dinilai bisa menjadi upaya mengusir seluruh warga Palestina dari jalur tersebut.

Sedikitnya tiga orang, termasuk seorang anak, menjadi korban terbaru dalam serangan yang menghantam sebuah apartemen di Jalan al-Jalaa, menurut sumber di dinas darurat dan ambulans setempat.

Wilayah yang sudah digolongkan mengalami kelaparan ini terus digempur selama beberapa pekan terakhir. Ledakan masih terdengar di berbagai permukiman, sementara sejumlah bangunan di kamp pengungsi Jabalia di utara juga luluh lantak.

Pada Minggu, serangan Israel menewaskan sedikitnya 51 warga, terdiri atas 27 orang di Kota Gaza dan 24 orang pencari bantuan, sebagaimana disampaikan sumber medis kepada Al Jazeera.

Selain itu, Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan delapan orang meninggal karena kelaparan yang dipicu blokade Israel, sehingga total korban jiwa akibat kekurangan gizi mencapai 289 orang, termasuk 115 anak-anak, sejak perang dimulai.

Pasukan Israel juga disebut kerap menembaki warga yang putus asa ketika berusaha mengamankan bantuan terbatas di pusat distribusi GHF yang mendapat dukungan Israel dan Amerika Serikat.(*)