Scroll untuk melanjutkan berita!
Iklan di Solusiindonesia.com
Internasional

Ketegangan Meluas, Serangan Israel Hantam Ibu Kota Yaman

×

Ketegangan Meluas, Serangan Israel Hantam Ibu Kota Yaman

Sebarkan artikel ini
serangan udara Israel di beberapa wilayah Sanaa / foto: tangkapan layar

Solusiindonesia.com — Militer Israel menyerang ibu kota Yaman, Sanaa, di tengah meningkatnya ketegangan regional akibat perang Israel di Gaza. Pada Kamis (28/08/2025).

Dalam pernyataannya, Militer Israel menyebut pasukannya menargetkan “fasilitas militer rezim teroris Houthi di wilayah Sanaa”. Hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa.

Dikutip dari Al Jazeera, gambar satelit dan dokumentasi lapangan yang diverifikasi unit pemeriksa fakta Sanad menunjukkan kerusakan di Gunung Attan, sebuah bukit besar di barat daya Sanaa.

Media Al Masirah TV yang berafiliasi dengan Houthi lebih dulu mengunggah di X dengan menyebut serangan itu sebagai “agresi Israel di ibu kota Sanaa.”

Pejabat Houthi Nasr al-Din Amer membantah laporan media Israel bahwa serangan tersebut menargetkan para pemimpin kelompok, termasuk menteri pertahanan dan kepala staf.

“Yang terjadi adalah penargetan objek sipil dan seluruh rakyat Yaman karena dukungan mereka terhadap Gaza,” tulisnya di X.

Israel terus melancarkan serangan terhadap posisi Houthi dalam beberapa bulan terakhir, lantaran kelompok itu aktif menyerang Israel maupun kapal-kapal Barat di Laut Merah serta Teluk Aden sebagai bentuk dukungan terhadap warga Palestina di Gaza.

Meski demikian, serangan berulang Israel di wilayah Yaman dinilai tidak akan menghentikan operasi militer Houthi dalam mendukung perjuangan Palestina.

Serangan terbaru terjadi hanya empat hari setelah gempuran Israel di Sanaa yang menewaskan 10 orang dan melukai lebih dari 90 lainnya, menurut keterangan pejabat kesehatan. Pada Kamis (28/08/2025).

Militer Israel mengatakan bahwa pada hari Minggu mereka menargetkan situs militer Houthi, termasuk istana presiden.

Para pejabat Houthi menepis klaim tersebut, dengan mengatakan Israel telah menargetkan “warga sipil dan objek sipil”.

Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Kesehatan Masyarakat dan Kependudukan menuduh Israel melakukan “kejahatan perang”.

Sementara itu, pada Rabu, kelompok Houthi mengklaim bertanggung jawab atas serangan rudal ke wilayah Israel selatan, meski pihak Israel menyatakan rudal tersebut berhasil dicegat.

Kelompok Houthi sendiri kini masih menguasai sebagian besar wilayah Yaman, negara yang telah terjebak konflik berkepanjangan sejak 2014. (*)

Image Slide 1