Solusiindonesia.com — Hamas mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan komunitas Internasional untuk segera turun tangan menghentikan genosida yang dilakukan Israel di Kota Gaza.
Seruan ini disampaikan di tengah meningkatnya intensitas serangan militer Israel yang mengguncang Kota Gaza serta wilayah lain di jalur tersebut.
Dikutip dari Al Jazeera, Setidaknya 73 warga Palestina, termasuk sejumlah pencari bantuan, gugur akibat gempuran udara Israel 43 korban di antaranya tewas di Kota Gaza saja. Pada Rabu, (03/09/2025).
Banyak keluarga menjadi korban, terbunuh di tenda maupun tempat perlindungan ketika pasukan Israel menghantam kawasan padat penduduk di Gaza.
“Saudara laki-laki saya terbunuh, dipukul di dalam kamarnya. Mereka membunuhnya bersama istri dan anak-anaknya; mereka menghabisi mereka semua. Tak seorang pun yang tersisa,” ujar Sabreen al-Mabhuh, seorang pengungsi Palestina, kepada Al Jazeera.
Granat Israel juga dilaporkan membakar tenda-tenda pengungsi di sekolah-sekolah kawasan Sheikh Radwan.
Reuters mengutip pernyataan warga, Zakeya Sami, yang mengatakan: “Sheikh Radwan dibakar terbalik. Jika pengambilalihan Kota Gaza tidak dihentikan, kami mungkin akan mati. Kami tidak akan memaafkan siapa pun yang menonton ini dan tidak melakukan apa pun.”
Kantor Media Gaza menyebut Israel telah menggunakan sedikitnya 100 robot bermuatan bahan peledak di Kota Gaza selama tiga pekan terakhir untuk menghancurkan blok permukiman. Sejak 13 Agustus, sekitar 1.100 warga Palestina dilaporkan tewas hanya di Kota Gaza.
Reporter Al Jazeera, Hani Mahmoud, melaporkan dari Kota Gaza bahwa situasi di lapangan terasa apokaliptik.
“Rasanya tak berujung dan menguras habis … seluruh lingkungan dihancurkan blok demi blok,” ungkapnya. “Orang-orang kehilangan semua yang telah mereka bangun selama puluhan tahun. Bagi banyak orang, ini terasa seperti mimpi buruk yang nyata.”
Pada hari Rabu, Hamas juga menegaskan kesiapan untuk menyetujui gencatan senjata menyeluruh di Gaza, termasuk pertukaran tawanan Israel dengan tahanan Palestina.
Pernyataan ini muncul tidak lama setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyerukan langkah serupa.
Hamas mengecam Israel karena melakukan “kejahatan perang yang mengerikan” usai serangan terhadap rumah keluarga al-Jarisi di Gaza utara yang menewaskan sedikitnya 10 orang.
Serangan itu disebut sebagai bagian dari upaya sistematis Israel untuk melumpuhkan kehidupan warga Palestina.
Sementara itu, Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan enam korban jiwa tambahan akibat kelaparan dan malnutrisi dalam 24 jam terakhir, termasuk seorang anak.
Total, 367 warga Palestina, di antaranya 131 anak-anak, meninggal dunia akibat kelaparan sejak blokade Israel terus membatasi masuknya makanan dan bantuan






