Scroll untuk melanjutkan berita!
Iklan di Solusiindonesia.com
Internasional

PBB Kecam Israel, Benjamin Netanyahu Ancam Warga Gaza untuk “Segera Pergi”

×

PBB Kecam Israel, Benjamin Netanyahu Ancam Warga Gaza untuk “Segera Pergi”

Sebarkan artikel ini
Benjamin Netanyahu / foto: instagram

Solusiindonesia.com — Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengeluarkan ancaman keras kepada warga Palestina di Kota Gaza untuk “segera meninggalkan wilayah tersebut”.

Sementara itu, Komisioner Tinggi Hak Asasi Manusia PBB, Volker Turk, mengecam tindakan Israel yang disebutnya sebagai bentuk “pembunuhan massal” terhadap warga sipil serta penghalangan bantuan kemanusiaan yang krusial bagi kelangsungan hidup.

Turk menuding Israel telah melakukan “kejahatan perang di atas kejahatan perang” dengan tingkat kehancuran yang, menurutnya, “mengguncang hati nurani dunia”. Senin (08/09/2025)

Dikutip dari Al Jazeera, ia menambahkan bahwa Israel “memiliki kasus yang harus dijawab di hadapan Mahkamah Internasional (ICJ)”, merujuk pada keputusan Januari lalu yang mewajibkan Tel Aviv mencegah tindakan genosida.

Seruan untuk menghentikan “pembantaian di Gaza” disampaikan di tengah intensifnya operasi militer Israel yang terus meratakan bagian-bagian Kota Gaza, wilayah perkotaan terbesar di Jalur Gaza, menjelang rencana invasi darat.

Pertahanan Sipil Palestina melaporkan bahwa lebih dari 50 bangunan telah hancur sejak Minggu pagi, dan seratus lainnya mengalami kerusakan.

Juru bicara Mahmoud Basal menyebut Israel secara sengaja menargetkan kawasan pemukiman dan perkemahan pengungsi, menghancurkan lebih dari 200 tenda dalam kurun waktu 24 jam terakhir.

Tim penyelamat masih berupaya mengevakuasi warga dari reruntuhan di lingkungan Tuffah setelah gempuran Israel meratakan bangunan di distrik az-Zarqa. Masjid serta lapangan olahraga juga ikut menjadi sasaran serangan.

Hani Mahmoud, jurnalis Al Jazeera yang melaporkan dari Kota Gaza, menggambarkan suasana memilukan saat gedung-gedung tinggi runtuh satu demi satu akibat taktik militer Israel yang sistematis.

Menurut rumah sakit setempat, setidaknya 52 warga Palestina tewas pada Senin, 32 di antaranya di Kota Gaza.

Kementerian Kesehatan juga mengonfirmasi enam korban tambahan, termasuk dua anak-anak, akibat kelaparan dan malnutrisi, seiring dengan blokade bantuan yang terus dilakukan Israel.

Di antara korban jiwa dalam serangan hari itu adalah Osama Balousha, seorang jurnalis Palestina. Pejabat setempat menyebut hampir 250 jurnalis tewas di Gaza sejak pecahnya perang, seluruhnya warga Palestina, mengingat Israel melarang masuknya jurnalis asing.

Konflik ini pun tercatat sebagai yang paling mematikan bagi pekerja media dalam sejarah modern