Scroll untuk melanjutkan berita!
Iklan di Solusiindonesia.com
Internasional

Serangan Israel ke Doha Tuai Gelombang Kecaman dari Saudi dan Iran

×

Serangan Israel ke Doha Tuai Gelombang Kecaman dari Saudi dan Iran

Sebarkan artikel ini
Serangan Israel ke Doha / foto: Tangkapan layar

Solusiindonesia.com — Pasukan Militer Israel telah menyerang pimpinan Hamas di Ibu Kota Qatar, Doha pada Selasa (9/9/2025).

Serangan tersebut menuai kecaman keras dari Arab Saudi dan Iran, karena serangan Udara yang dilakukan oleh Israel dinilai sebagai pelanggaran berat.

Kementerian Luar Negeri Arab Saudi, menegaskan sikap solidaritas penuh kepada Qatar sekaligus memperingatkan dampak serius dari serangan Israel yang dianggap melanggar hukum internasional.

“Kementerian Luar Negeri mengingatkan adanya konsekuensi besar dari tindakan pendudukan Israel yang terus melakukan pelanggaran kriminal serta pelanggaran terang-terangan terhadap prinsip-prinsip hukum internasional dan seluruh norma global,” demikian pernyataan resmi Kemlu Saudi.

Sejalan dengan Saudi, Iran juga melontarkan kecaman keras terhadap serangan Israel di Qatar. Juru bicara Kemlu Iran, Esmaeil Baghaei, menilai serangan itu sebagai tindakan berbahaya dan kriminal.

“Tindakan tersebut merupakan pelanggaran berat terhadap seluruh aturan dan ketentuan internasional, sekaligus melanggar kedaulatan nasional serta integritas teritorial Qatar,” tegas Baghaei.

Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa operasi militer di Doha sepenuhnya merupakan inisiatif Israel dan berada di bawah tanggung jawab penuh negaranya.

“Operasi hari ini terhadap para pemimpin Hamas sepenuhnya adalah tindakan independen Israel,” ujar kantor Netanyahu dalam pernyataan di media sosial, dikutip Al Jazeera, Selasa (9/9).

“Israel yang memulainya, Israel yang melaksanakan, dan Israel yang bertanggung jawab penuh,” lanjutnya.

Militer Israel sendiri mengonfirmasi pihaknya menggempur ibu kota Qatar, Doha, dengan sasaran para pemimpin senior Hamas yang bermarkas di sana.

“IDF bersama ISA melaksanakan serangan presisi yang menargetkan pimpinan senior organisasi teroris Hamas,” ungkap militer Israel sebagaimana dilaporkan AFP, Selasa (9/9).

Israel kembali menegaskan target operasi tersebut adalah Hamas, kelompok yang dituding melakukan pembantaian 7 Oktober 2023 di wilayah Israel.