Solusiindonesia.com — Senator Amerika Serikat, Bernie Sanders, menyatakan bahwa Israel telah melakukan genosida di Gaza, menyebut kesimpulan tersebut sebagai sesuatu yang “tidak terhindarkan”. Dengan sikap ini, ia menjadi senator pertama di AS yang secara resmi menggunakan istilah tersebut. Pada Rabu (17/09/2025).
“Selama dua tahun terakhir, Israel tidak hanya membela diri melawan Hamas,” tulis Sanders. “Sebaliknya, Israel telah melancarkan perang habis-habisan terhadap seluruh rakyat Palestina.”
Mengutip dari The Guardians, Sanders sebelumnya sempat dikritik keras oleh pendukung dan demonstran karena enggan memakai istilah itu. Bahkan, ia pernah mengaku merasa “mual” saat mendengar seruan tersebut diteriakkan dalam pidatonya di Irlandia tahun lalu.
Namun, pernyataan Sanders kali ini datang setelah komisi ahli independen PBB pada Senin lalu menyimpulkan bahwa tindakan Israel “memenuhi kriteria yang ditetapkan dalam Konvensi Genosida”.
“Saya setuju,” tegas Sanders dalam sebuah pernyataan di laman web Senatnya berjudul Ini Genosida. Niatnya jelas.
Ia merinci bahwa sedikitnya 65.000 warga Palestina telah terbunuh dan 164.000 lainnya terluka dari total populasi 2,2 juta jiwa, dengan 83 persen korban jiwa merupakan warga sipil, berdasarkan data militer Israel.
Sanders juga mengutip ucapan pejabat Israel, seperti Menteri Pertahanan Yoav Gallant yang menyebut warga Palestina sebagai “manusia binatang”, serta Menteri Keuangan Bezalel Smotrich yang bersumpah “Gaza akan hancur total”.
Menurut Sanders, meski Israel memiliki hak untuk mempertahankan diri setelah serangan 7 Oktober yang menewaskan sekitar 1.200 orang, tanggapan militer yang dilakukan telah menyasar seluruh warga Palestina di Gaza.
“Kita, sebagai warga Amerika, harus mengakhiri keterlibatan kita dalam pembantaian rakyat Palestina,” ujarnya.
“Setelah menyebutnya genosida, kita harus menggunakan seluruh kekuatan kita untuk menuntut gencatan senjata segera, lonjakan bantuan kemanusiaan besar-besaran yang difasilitasi oleh PBB, dan langkah-langkah awal untuk menyediakan negara bagi Palestina.” tambahnya
Sanders kini sejalan dengan beberapa anggota DPR AS yang sudah lebih dulu menyebut tindakan Israel sebagai genosida, termasuk Alexandria Ocasio-Cortez, Rashida Tlaib, Marjorie Taylor Greene, serta Becca Balint dari Vermont yang pada hari yang sama menyatakan hal serupa.
“Hari ini, saya yakin pemerintah Israel sedang melakukan genosida terhadap rakyat Palestina,” tulis Balint dalam sebuah opini di The Courier. “Sebagai cucu dari seorang pria yang dibunuh dalam Holocaust, tidak mudah bagi saya untuk mengatakan hal itu.” kata nya
Pekan sebelumnya, senator Demokrat Chris Van Hollen dan Jeff Merkley juga menerbitkan laporan hasil kunjungan ke Timur Tengah. Dalam laporan tersebut, keduanya menyimpulkan bahwa telah terjadi “pembersihan etnis” di Gaza, dan menilai Amerika Serikat ikut terlibat.
Pernyataan Sanders muncul di tengah rencana sejumlah negara seperti Australia, Prancis, Luksemburg, Malta, Kanada, dan Inggris yang akan mengakui kenegaraan Palestina pada sidang umum PBB pekan depan di New York.
Sementara itu, pemerintahan Donald Trump terus mendukung operasi Israel di Gaza. Pada Maret lalu, Gedung Putih menegaskan Trump “sepenuhnya mendukung” langkah Israel, bahkan sempat menyarankan agar AS mengambil alih pengelolaan jalur Gaza untuk memfasilitasi keluarnya warga Palestina.
Bersamaan dengan itu, pemerintahannya juga memperketat pengawasan terhadap suara pro-Palestina, termasuk dengan instruksi kepada konsulat AS agar memeriksa visa pelajar terkait unggahan media sosial.
Sanders sendiri sebelumnya pernah memimpin upaya Senat menghentikan penjualan senjata ofensif ke Israel melalui resolusi ketidaksetujuan.
Meski didukung oleh separuh fraksi Demokrat, langkah itu gagal menghentikan arus bantuan senjata. Kini, ia kembali menegaskan seruan agar Amerika Serikat menghentikan dukungan militer kepada “pemerintahan genosida [Benjamin] Netanyahu” dan segera menuntut gencatan senjata.
“Istilah genosida itu sendiri merupakan pengingat akan apa yang bisa terjadi jika kita gagal,” tulis Sanders.
“Kata itu muncul dari Holocaust pembunuhan 6 juta orang Yahudi salah satu babak tergelap dalam sejarah manusia. Jangan salah. Jika tidak ada pertanggungjawaban bagi Netanyahu dan rekan-rekan penjahat perangnya, para demagog lain akan melakukan hal yang sama.”






