Solusiindonesia.com — Pasukan Israel tidak menunjukkan tanda-tanda akan menghentikan serangan darat di Kota Gaza pada Senin (22/9/2025).
Mengutip dari AP News, serangan itu berlangsung saat para pemimpin dunia berkumpul di New York menghadiri Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), di tengah semakin banyak negara yang bersiap bergabung dalam gelombang pengakuan terhadap Palestina.
Ratusan ribu warga sipil masih bertahan di Gaza, kota terbesar di wilayah tersebut, meski kondisi telah porak-poranda akibat perang hampir dua tahun dan ancaman kelaparan yang kian nyata.
Militer Israel bahkan memerintahkan evakuasi Rumah Sakit Yordania, salah satu fasilitas medis utama, pada Senin(22/09/2025), menurut pejabat kesehatan Palestina.
Operasi darat terbaru Israel yang dimulai sejak Selasa lalu semakin memperparah konflik dan memperkecil peluang tercapainya gencatan senjata. Militer Israel menyebut misinya untuk
“menghancurkan infrastruktur militer Hamas,” namun tidak memberi tenggat waktu, hanya mengindikasikan operasi bisa berlangsung berbulan-bulan.
Akibatnya, banyak warga berusaha meninggalkan kota yang sebelumnya dihuni sekitar satu juta orang menuju wilayah selatan Gaza, menyusul perintah evakuasi penuh dari militer Israel.
Sementara itu, Prancis menarik perhatian internasional setelah secara resmi mengakui negara Palestina pada awal pertemuan tingkat tinggi PBB.
Presiden Emmanuel Macron menyampaikan pengumuman di hadapan Majelis Umum PBB, yang langsung disambut tepuk tangan meriah dari lebih 140 pemimpin dunia.
Delegasi Palestina, termasuk Duta Besar Riyad Mansour, terlihat berdiri dan bertepuk tangan saat deklarasi tersebut diumumkan.
“Sesuai dengan komitmen historis negara saya terhadap Timur Tengah, terhadap perdamaian antara Israel dan Palestina, inilah mengapa saya menyatakan bahwa hari ini, Prancis mengakui negara Palestina,” ujar Macron dalam pidatonya.
Hingga kini, sekitar tiga perempat dari 193 negara anggota PBB telah mengakui Palestina, namun sebagian besar negara Barat sebelumnya menolak dengan alasan pengakuan hanya dapat dicapai melalui negosiasi langsung dengan Israel.





