Solusiindonesia.com — Dalam khazanah pemikiran Islam, Ibnu Qayyim Al-Jauziyah pernah merangkum rahasia kemuliaan Nabi Muhammad SAW dalam satu kalimat yang indah: Beliau memadukan takwa kepada Allah dengan akhlak luhur kepada sesama.
Perpaduan ini bukanlah tanpa alasan. Takwa berfungsi memperbaiki hubungan vertikal antara hamba dan Sang Khaliq, sementara akhlak mulia menjadi jembatan harmonis antar sesama makhluk. Hasilnya? Takwa melahirkan kecintaan Allah, sedangkan akhlak mulia memikat hati manusia.
“Akhlak Beliau adalah Al-Quran”
Ketika Hisyam bin Amir bertanya kepada Aisyah RA mengenai kepribadian Rasulullah, sang Ummul Mukminin memberikan jawaban singkat yang sarat makna:
“Akhlak Nabi SAW adalah Al-Quran” (HR Muslim).
Jawaban ini menegaskan bahwa setiap helai napas dan perilaku Rasulullah merupakan manifestasi hidup dari petunjuk-petunjuk Allah. Sebagaimana ditegaskan dalam Al-Quran sendiri:
- “Al-Quran ini memberi petunjuk ke (jalan) yang paling lurus…” (QS. Al-Israa’: 9).
- “Tidak ada keraguan di dalamnya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 2).
Misi Utama: Menyempurnakan Akhlak
Sejak fajar dakwah menyingsing, misi Rasulullah tidak hanya terfokus pada urusan ketauhidan, tetapi juga pembenahan pilar kemanusiaan. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Al-Baihaqi, beliau bersabda:
“Sungguh, aku diutus untuk menyempurnakan akhlak mulia.”
Kesaksian nyata datang dari Anas RA, pelayan setia beliau selama satu dekade. Anas mengisahkan betapa lembutnya hati Rasulullah; selama 10 tahun, beliau tidak pernah sekalipun mengucap kata “Ah” atau membentak atas pekerjaan yang Anas lakukan. Inilah standar tertinggi kelembutan hati manusia.
Keutamaan Mengkhatamkan Al-Quran: Menjemput Rahmat dan Syafaat
Sebagai mukmin, mencintai akhlak Nabi tentu selaras dengan mencintai Al-Quran. Mengkhatamkan kitab suci ini bukan sekadar rutinitas, melainkan gerbang menuju curahan rahmat dan ketenteraman jiwa.
Berikut adalah beberapa fadhilah (keutamaan) bagi mereka yang istikamah berinteraksi dengan Al-Quran:
- Mendapat Doa Malaikat & Pujian Allah: Pembaca Al-Quran dikelilingi oleh ketenangan dan mendapatkan kedudukan mulia di sisi-Nya.
- Amalan Paling Dicintai (Al-Hal wal Murtahal): Rasulullah menyebut amalan yang paling dicintai Allah adalah Al-hal wal murtahal, yakni mereka yang membaca Al-Quran dari awal hingga akhir, lalu segera mengulanginya kembali dari awal setelah khatam.
- Syafaat di Hari Kiamat: Sesuai pesan Nabi dalam riwayat Muslim, Al-Quran akan datang pada hari kiamat sebagai pembela dan penolong (syafaat) bagi para pembacanya.
Menjadikan Al-Quran sebagai akhlak bukan hanya tentang menghafal teksnya, melainkan menghidupkan maknanya dalam setiap interaksi sosial. Dengan rutin membaca dan mengkhatamkannya, kita tidak hanya menjemput syafaat di akhirat, tetapi juga melatih jiwa agar semakin menyerupai keagungan budi pekerti Rasulullah SAW.








