Solusiindonesia.com — Memasuki bulan suci Ramadhan 1447 H, umat Muslim di seluruh dunia kembali menjalankan ibadah puasa. Salah satu momen yang paling dinantikan adalah waktu berbuka (iftar). Namun, sering muncul pertanyaan di tengah masyarakat: Manakah yang lebih utama, membaca doa buka puasa sebelum menyantap hidangan atau justru setelahnya?
Menyadur penjelasan dari laman NU Online, terdapat rujukan kuat mengenai tata cara berdoa yang paling afdal saat membatalkan puasa. Berikut adalah ulasan lengkap mengenai waktu terbaik berdoa serta variasi lafal doa yang bisa Anda amalkan.
Banyak dari kita terbiasa membaca doa saat makanan sudah di depan mata, sesaat sebelum menyentuh air atau kurma. Namun, menurut Ustadz M. Ali Zainal Abidin, secara teknis dan berdasarkan keutamaan, doa buka puasa sebaiknya dibaca setelah selesai menyantap hidangan berbuka.
Mengutip kitab Busyral Karim, beliau menjelaskan bahwa membaca doa sebelum berbuka memang sudah mendapatkan kesunnahan (husul ashli as-sunnah). Akan tetapi, yang paling utama adalah membacanya tatkala dahaga telah terobati dan perut sudah terisi.
4 Pilihan Lafal Doa Buka Puasa Beserta Artinya
Bagi Anda yang ingin mengamalkan variasi doa berdasarkan riwayat hadits dan kitab ulama, berikut adalah empat pilihannya:
1. Doa Riwayat Mu’adz bin Zuhrah
Ini adalah doa yang paling populer digunakan oleh masyarakat Indonesia.
- Lafal: Allahumma laka shumtu wa ‘ala rizqika afthartu.
- Artinya: “Ya Allah hanya untuk-Mu kami berpuasa dan atas rezeki yang Engkau berikan kami berbuka.”
2. Doa Riwayat Abdullah bin ‘Umar
Doa ini mengandung makna syukur atas hilangnya rasa haus setelah seharian berpuasa.
- Lafal: Dzahabadzh dzhama-u wabtallatil-‘uruqu wa tsabatal-ajru insyaa-Allah.
- Artinya: “Telah hilang rasa haus dan urat-urat telah basah serta pahala tetap, insyaallah.”
3. Kombinasi Menurut Kitab I’anah at-Thalibin
Dalam kitab Hasyiyah I’anah at-Thalibin, Syekh Abu Bakar Syatha menyarankan penggunaan doa pertama secara umum. Namun, jika Anda berbuka dengan air, disunnahkan menambahkannya dengan doa riwayat Abdullah bin Umar agar lebih sempurna.
4. Doa Versi Lengkap dari Hasyiyah Iqna
Untuk Anda yang ingin memanjatkan syukur lebih mendalam, Syekh Sulaiman Bujairimi mencantumkan versi yang lebih panjang:
- Lafal: Allahumma laka shumtu wa ‘ala rizqika afthartu, wa bika amantu, wa bika ‘alaika tawakkalatu, dzahabadzh dzhama-u wabtalatil-‘uruqu wa tsabatal-ajru insyaa-Allah. Ya wasi’al-fadhli ighfirli alhamdulillahilladzi hadani fashumtu, wa razaqani fa-afthartu.
- Artinya: Intinya mencakup pengakuan iman, tawakal, permohonan ampunan, serta syukur karena telah diberi kekuatan untuk menjalankan ibadah puasa hingga waktu berbuka tiba.
Secara syariat, Anda diperbolehkan membaca doa baik sebelum maupun sesudah makan. Namun, mengikuti anjuran ulama dengan membacanya segera setelah membatalkan puasa dianggap lebih utama karena makna doa tersebut seringkali merujuk pada kondisi “telah berbuka” (seperti teks: telah hilang rasa haus).
Wallahu A’lam Bisshowab…







