Scroll untuk melanjutkan berita!
Iklan di Solusiindonesia.com
Khazanah

Kajian Ahsanusy Syama-il Selaras Holding: Bedah Kitab Tauhid, Fikih, dan Akhlak Karya Syekh Zakaria Al-Anshari

×

Kajian Ahsanusy Syama-il Selaras Holding: Bedah Kitab Tauhid, Fikih, dan Akhlak Karya Syekh Zakaria Al-Anshari

Sebarkan artikel ini
Pembina Kerohanian Selaras Holding KH Ali Mas'ud/Istimewa

Solusiindonesia.com — Puluhan karyawan unit kerja di bawah Selaras Holding dan jemaah simpatisan memadati Selaras Holding pada Kamis sore (11/12/2025). Acara tersebut merupakan bagian dari kegiatan rutin Kajian Ahsanusy Syama-il, yang kali ini diawali dengan lantunan Surat Yasin, tahmid, dan tahlil, menciptakan suasana khusyuk dan religius.

Kajian rutin ini dipimpin langsung oleh pembina kerohanian Selaras Holding, KH Ali Mas’ud. Mulai pekan ini, fokus kajian telah beralih pada pembedahan Kitab Maqosid karya ulama besar, Imam Zakariya Al-Anshari, yang mengulas tiga pilar utama ajaran Islam: Tauhid, Fikih, dan Akhlak.

Penggunaan Kitab Maqosid menjadi sorotan karena menuntut pendalaman pada sosok pengarangnya yang berjuluk Syaikhul Islam.

Profil Syekh Zakaria Al-Anshari: Ulama Multidisiplin Ahli Fikih Syafi’i

Kitab yang dikaji oleh KH Ali Mas’ud di Selaras Holding tersebut ditulis oleh Syekh Zakaria al-Anshari (824–926 H / 1421–1520 M), seorang ulama yang dihormati sebagai Syaikhul Islam.

Syekh Zakaria adalah figur monumental dalam sejarah keilmuan Islam, terutama dalam Mazhab Syafi’i. Beliau dikenal sebagai seorang cendekiawan, sufi, hakim (qadhi), dan penulis yang sangat produktif. Keilmuannya yang mendalam dan dedikasi yang tinggi menjadikannya salah satu rujukan utama dalam fikih, usul fikih, dan tasawuf hingga saat ini.

Riwayat Pendidikan dan Guru Besar

Lahir di Mesir pada tahun 824 H (1421 M) dari keluarga sederhana, Syekh Zakaria menunjukkan kegigihan luar biasa dalam menuntut ilmu, sering belajar di bawah penerangan seadanya. Kegigihan itu membawanya menjadi pelajar cemerlang di Universitas Al-Azhar, pusat intelektual Islam dunia kala itu.

Beliau berguru kepada ulama-ulama besar, di antaranya:

Syekh Ibn Hajar al-Asqalani: Pakar hadis terkemuka.

Syekh al-Bulqini: Ahli fikih mazhab Syafi’i.

Syekh al-Jalal al-Mahalli: Ulama tafsir dan fikih yang berpengaruh.


Dari gurunya, ia mewarisi tradisi kuat yang menggabungkan ketelitian hukum Islam (Syariah) dengan kedalaman spiritualitas (Tasawuf), suatu keseimbangan yang menjadi ciri khas pemikirannya.

Kontribusi dan Karya-Karya Monumental

Syekh Zakaria al-Anshari meninggalkan warisan intelektual yang terus dikaji di berbagai belahan dunia, termasuk dalam Kajian Ahsanusy Syama-il Selaras Holding.

Beberapa karyanya yang paling berpengaruh meliputi:

Karya Penting Bidang Keilmuan Fathul Wahhab bi Syarhi Manhaj at-ThullabFikih Syafi’iTeks fikih paling otoritatif, menjelaskan hukum rinci.

Asnal Mathalib fi Syarhi Raudhatut Thalibin Fikih Syafi’i Syarah atas karya Imam Nawawi.

Tahrir Usul Fikih Karya monumental tentang prinsip-prinsip dasar hukum Islam.

Ihkam al-HikamTasawufPenjelasan hikmah-hikmah sufi Ibn ‘Ataillah as-Sakandari.

Prinsip Pemikiran Kunci

Pemikiran Syekh Zakaria al-Anshari dikenal karena prinsip-prinsip fundamentalnya, yang relevan dengan bahasan Tauhid, Fikih, dan Akhlak dalam Kitab Maqosid:

Integrasi Syariah dan Tasawuf: Beliau menekankan bahwa ilmu tanpa amal adalah beban, dan amal tanpa ilmu adalah kesesatan. Fikih sebagai panduan ibadah harus diimbangi dengan Tasawuf (penyucian hati) untuk mencapai kedalaman spiritual.

Pentingnya Usul Fikih: Dalam karyanya Tahrir, beliau mengedepankan pemahaman metodologi hukum untuk menghasilkan keputusan yang benar dan relevan (ijtihad).

Fikih yang Adaptif: Dalam metode istinbat (penetapan hukum), beliau selalu mempertimbangkan Maqashid Syariah (tujuan syariah), yaitu membawa kemaslahatan umat. Ini menunjukkan fleksibilitas hukum Islam yang beliau anut.

Melalui kajian rutin ini, Selaras Holding menunjukkan komitmennya dalam memperkuat spiritualitas karyawan

Pemilihan Kitab Maqosid karya Syekh Zakaria Al-Anshari diharapkan dapat menanamkan keseimbangan antara pemahaman hukum Islam yang kuat dengan akhlak mulia dalam menjalankan tugas dan kehidupan sehari-hari.

Image Slide 1