Scroll untuk melanjutkan berita!
Iklan di Solusiindonesia.com
Malang Raya

Dinkes Pastikan 17 Kasus Superflu H3N2 di Kota Malang Sudah Sembuh Total

×

Dinkes Pastikan 17 Kasus Superflu H3N2 di Kota Malang Sudah Sembuh Total

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinkes Kota Malang, dr. Husnul Muarif. Foto: Instagram

Solusiindonesia.com — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang memberikan klarifikasi resmi terkait temuan kasus Influenza A H3N2 Subclaude K, atau yang populer disebut sebagai Superflu. Hingga awal Januari 2026, otoritas kesehatan memastikan seluruh pasien telah dinyatakan sembuh dan situasi tetap terkendali.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, tercatat sebanyak 18 kasus superflu di wilayah tersebut, di mana 17 kasus di antaranya terdeteksi di Kota Malang.

Kronologi Penemuan Kasus
Kepala Dinkes Kota Malang, dr. Husnul Muarif, menjelaskan bahwa temuan ini bukanlah terjadi secara mendadak dalam satu waktu, melainkan hasil pemantauan intensif selama tiga bulan terakhir pada tahun 2025.

“Satu kasus ditemukan pada September, satu di Oktober, dan sisanya pada bulan November. Semuanya sudah termonitor, terkendali, dan dalam kondisi sembuh,” ujar dr. Husnul dikutip Antara Sabtu, (10/1/2026).

Skema Deteksi dan Pengujian Laboratorium
Dinkes Malang melakukan pengambilan sampel dari dua kategori pasien di fasilitas kesehatan yang berbeda:

  • Puskesmas Dinoyo: Memantau pasien dengan gejala Influenza Like Illness (ILI) seperti batuk, demam di atas 38°C, nyeri tenggorokan, dan sakit kepala.
  • RSUD Saiful Anwar (RSSA): Memantau pasien dengan gejala Severe Acute Respiratory Infection (SARI) atau infeksi saluran pernapasan berat.

Untuk memastikan jenis virus, sampel tersebut dikirim ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BBLKM) dan dilanjutkan ke Jakarta untuk proses Whole Genome Sequencing (WGS). Metode WGS ini krusial untuk mengidentifikasi apakah virus tersebut benar merupakan varian “Superflu”.
Upaya Pencegahan dan Edukasi Masyarakat

Meski tren kasus pada bulan Desember dan Januari belum menunjukkan adanya laporan baru, Dinkes tetap memperketat edukasi. Hal ini dilakukan agar masyarakat waspada namun tidak panik berlebihan seperti masa awal pandemi COVID-19.

“Publik diingatkan untuk tetap menjaga imunitas tubuh melalui pola hidup bersih dan sehat (PHBS),” tambah dr. Husnul.

Langkah preventif yang disarankan Dinkes Kota Malang:

  • Tetap menggunakan masker di tempat umum yang berisiko.
  • Rutin mencuci tangan dengan sabun.
  • Melengkapi dosis vaksinasi influenza.
  • Memperhatikan asupan gizi seimbang untuk menjaga daya tahan tubuh.

Dinkes berkomitmen untuk terus memantau perkembangan surveilans di seluruh fasilitas kesehatan guna memastikan Kota Malang tetap aman dari ancaman penyebaran virus influenza varian baru.

Image Slide 1