Solusiindonesia.com — Ikon kebanggaan warga Kota Malang, Alun-alun Merdeka, resmi dibuka kembali untuk umum pada malam ini. Peresmian ini menandai berakhirnya proses revitalisasi intensif selama 105 hari yang mengubah kawasan pusat kota tersebut menjadi ruang publik yang lebih estetis dan modern.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, memimpin langsung seremoni pembukaan tersebut. Menurutnya, pembenahan ini merupakan jawaban atas penantian panjang masyarakat yang merindukan ruang terbuka hijau (RTH) yang lebih representatif dan nyaman.
Revitalisasi yang menelan anggaran sekitar Rp5 miliar ini merupakan hasil kolaborasi melalui dana CSR Bank Jatim. Wahyu menekankan bahwa perubahan signifikan terlihat pada peningkatan fasilitas penunjang yang lebih ramah keluarga.
“Malam ini kita bisa menyaksikan langsung air mancur dengan sorotan lampu yang gemerlap. Selain itu, kami juga mendatangkan fasilitas mainan anak-anak yang baru untuk memanjakan pengunjung,” ujar Wahyu dalam sambutannya.
Meski tampil dengan wajah baru, Pemerintah Kota Malang menjamin bahwa nilai sejarah atau heritage dari Alun-alun Merdeka tidak hilang. Wahyu menjelaskan bahwa proses perancangan memakan waktu cukup lama justru untuk memastikan keseimbangan antara modernitas dan nilai historis.
Sebagai titik nol kilometer, Alun-alun Merdeka diprediksi akan kembali menjadi magnet wisatawan, tidak hanya bagi warga lokal tetapi juga pelancong dari luar kota. Wahyu berharap masyarakat dapat bersama-sama menjaga kebersihan dan fasilitas yang telah diperbaiki tersebut agar manfaatnya terasa dalam jangka panjang.







