Solusiindonesia.com — Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mulai melakukan langkah konkret untuk memulihkan fungsi ruang terbuka hijau di kawasan Jalan Soekarno-Hatta (Soehat). Pasca pembangunan drainase, DLH menargetkan penanaman 250 pohon Tabebuya secara bertahap guna memperkuat fungsi ekologis dan estetika kota.
Plh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang, Gamaliel Raymond Matondang, menyatakan bahwa aksi cepat ini merupakan tindak lanjut dari arahan Walikota Malang. Penanaman perdana difokuskan di area depan Politeknik Negeri Malang (Polinema) yang sebelumnya mengalami pengurangan vegetasi akibat proyek infrastruktur.
“Kami telah memulai penanaman sejak pagi tadi. Untuk tahap awal, sebanyak 40 pohon Tabebuya sudah ditanam di lokasi strategis tersebut,” ujar Raymond.
Pemilihan jenis Tabebuya bukan tanpa alasan. Selain karena keindahannya saat berbunga, pohon ini dipilih karena karakteristik fisiknya yang fungsional untuk perkotaan. Selain karakter daun yang lebar dan efektif untuk peneduh, pohon tersebut sangat sesuai dengan kondisi lahan yang tersisa di sepanjang jalur Suhat.
Program penghijauan ini tidak hanya terbatas di tepi jalan utama, tetapi juga akan menyasar kawasan strategis lainnya di sekitar Soehat. Langkah ini dilakukan sembari menunggu realisasi pembangunan jalur pejalan kaki oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
“Target kami adalah 250 pohon. Kami memanfaatkan waktu saat ini untuk memperindah kawasan sekaligus memperkuat fungsi ekologisnya agar Jalan Soehat kembali estetis dan rindang,” tambah Raymond.
Melalui langkah ini, Pemkot Malang berharap keresahan publik mengenai berkurangnya ruang hijau dapat teratasi, sekaligus menciptakan ikon wisata kota baru melalui bunga Tabebuya yang menyerupai sakura.







