Dugaan Pencurian Helm di Konser NDX Malang Viral, Seret Nama Calon Presma BEM Polinema
Sebarkan artikel ini
Tangkapan layar video viral dugaan pencurian helm pelaku diduga calon Presiden BEM Polinema. Foto: Tangkapan Video
Solusiindonesia.com — Sebuah video amatir yang merekam dugaan aksi pencurian helm di tengah kemacetan usai konser NDX AKA di Jalan Sudimoro, Lowokwaru, Kota Malang, mendadak viral. Mirisnya, terduga pelaku kini santer dikaitkan dengan salah satu mahasiswa berprestasi yang tengah mencalonkan diri sebagai Presiden BEM Politeknik Negeri Malang (Polinema).
Insiden tersebut terjadi pada Minggu malam, 8 Februari 2026. Arus lalu lintas yang lumpuh total pasca-bubaran konser di Preston justru menjadi bumerang bagi terduga pelaku. Pria berbaju merah yang mengendarai motor dengan nopol AG 3137 BZ tersebut tidak berkutik saat diteriaki oleh massa yang menyadari aksinya.
Dalam rekaman yang beredar luas di TikTok dan Instagram, pemuda tersebut tampak tertunduk lesu dan berusaha menutupi wajahnya saat dikerumuni pengendara lain yang geram.
Kabar ini semakin panas setelah netizen melakukan “investigasi mandiri”. Nama RHM, mahasiswa program studi Sistem Informasi Bisnis angkatan 2024, mencuat ke publik. Ia disebut-sebut sebagai Calon Presiden BEM (Capresma) nomor urut 1 di Polinema.
Kolom komentar akun resmi BEM Polinema pun dibanjiri tuntutan klarifikasi dari warganet yang khawatir reputasi kampus akan tercoreng jika benar pemimpin organisasi mahasiswa tersebut terlibat tindakan kriminal.
Menanggapi kegaduhan ini, pihak Politeknik Negeri Malang tidak tinggal diam. Melalui akun Instagram pihak kampus mengonfirmasi bahwa tim investigasi internal telah dibentuk.
“Kami sedang menginvestigasi kejadian ini melalui tim khusus. Jika terbukti ada pelanggaran oleh sivitas akademika, sanksi tegas sesuai aturan kampus dan dampak hukum akan diberlakukan,” terang pihak Polinema di akun media sosialnya pada Selasa (10/2/2026).
Klarifikasi Polinema atas kegaduhan yang terjadi. Foto: Instagram
Meskipun identitas pelaku masih dalam tahap verifikasi resmi, pihak kampus berjanji akan memberikan pembaruan informasi segera setelah proses penelusuran selesai.
Kasus ini kini menjadi sorotan tajam sebagai pengingat dampak sosial dari konten viral, di mana tindakan individu dapat dengan cepat memengaruhi citra institusi pendidikan dalam hitungan jam.