Solusiindonesia.com — Kabar gembira bagi warga Kota Malang yang berencana pulang kampung pada Lebaran tahun ini. Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Perhubungan (Dishub) resmi memastikan penyelenggaraan program Mudik Gratis 2026.
Meskipun jumlah armada mengalami penyesuaian dibandingkan tahun lalu, antusiasme pemerintah dalam memfasilitasi warga tetap tinggi melalui kolaborasi strategis dengan sektor swasta dan perbankan.
Kolaborasi Strategis dan Kapasitas Armada
Berbeda dengan skema tahun-tahun sebelumnya, program kali ini mengedepankan sinergi antara pemerintah daerah, PO Bagong, dan Bank Jatim. Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, menjelaskan bahwa langkah ini diambil sebagai bentuk efisiensi anggaran daerah.
“Kami berkolaborasi dengan PO Bagong. Total ada tiga unit bus yang disiapkan dengan kapasitas masing-masing sekitar 40 penumpang,” ujar Widjaja di Malang, Jumat (27/2/2026).
Dengan total tiga armada tersebut, kuota yang tersedia tahun ini diperuntukkan bagi 120 peserta. Meski jumlah bus menurun drastis dari 14 unit pada tahun 2025, Dishub optimis program ini tetap tepat sasaran bagi masyarakat yang membutuhkan.
Jadwal Keberangkatan dan Cara Daftar
Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah rincian pendaftaran dan rencana keberangkatan:
- Waktu Pendaftaran: Dibuka mulai H-7 sebelum keberangkatan.
- Jadwal Mudik: Direncanakan berangkat pada bulan Maret 2026.
- Metode Pendaftaran: Tersedia secara daring (online) maupun luring dengan datang langsung ke Kantor Dishub Kota Malang.
- Syarat Utama: Membawa KTP (diutamakan bagi warga dengan KTP Kota Malang).
Rute Tujuan Mudik Gratis 2026
Berdasarkan data evaluasi perjalanan tahun 2025, rute yang disediakan masih difokuskan pada wilayah-wilayah dengan peminat terbanyak, di antaranya:
- Madura
- Pacitan
- Trenggalek
Tantangan Anggaran di Tahun 2026
Widjaja juga mengungkapkan bahwa keterbatasan armada tahun ini tidak lepas dari minimnya sokongan anggaran dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Penurunan anggaran provinsi yang cukup signifikan membuat daerah kota maupun kabupaten harus mengandalkan kreativitas kerja sama lokal untuk menjalankan program sosial ini.
“Provinsi hanya menjalankan fungsi validasi program, tidak ada bantuan anggaran untuk daerah karena adanya penurunan anggaran yang cukup drastis di sana,” tambahnya.
Catatan: Pastikan Anda menyiapkan dokumen KTP lebih awal karena kuota terbatas hanya untuk 120 orang pemudik pertama yang terverifikasi.







