Solusiindonesia.com — Kasus keributan antara mantan dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Malang, Muhammad Imam Muslimin atau akrab disebut Kyai MIM, dengan warga Perumahan Joyogrand, Malang, terus menjadi sorotan warganet.
Situasi memanas membuat Kyai MIM akhirnya harus meninggalkan rumahnya di Jalan Joyogrand Kavling III Atas Nomor 50, Kelurahan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru, setelah ada kesepakatan warga untuk menolak keberadaannya.
Menanggapi hal ini, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat buka suara. Ia mengaku belum mengetahui detail duduk perkara, namun memastikan masalah tersebut sudah direspons oleh pengurus lingkungan.
“Saya belum tahu persis permasalahannya. Biar diselesaikan dulu di tingkat RT atau RW. Nanti hasilnya baru dilaporkan ke saya,” ucap Wahyu, Minggu (28/9/2025).
Menurut Wahyu, konflik antarwarga memang sepatutnya diselesaikan mulai dari lingkup terkecil, yakni RT dan RW, sebelum naik ke tingkat kelurahan. Dengan begitu, solusi yang diambil lebih sesuai dengan kondisi riil di lapangan.
Pemkot Malang pun menyatakan siap memfasilitasi pertemuan antara Kyai MIM dan warga melalui perangkat pemerintahan di tingkat kecamatan. Agenda ini juga akan membicarakan soal polemik pengusiran yang belakangan ramai diperbincangkan.
“Belum ada laporan resmi juga. Nanti akan saya koordinasikan dengan camat. Karena ini persoalan antarwarga, maka mekanismenya diselesaikan berjenjang mulai dari RT, RW, hingga kelurahan,” jelasnya.
Tidak lama kemudian, Walikota Malang Dr. Ir. Wahyu Hidayat, MM mengumumkan niatnya untuk turun langsung ke lapangan guna memediasi konflik tersebut. Pernyataan itu ia sampaikan melalui akun TikTok resminya @pakmbois.malang.
Namun, alih-alih mendapat apresiasi, langkah tersebut menuai gelombang kritik dari warganet. Banyak yang menilai aksi Walikota baru muncul setelah kasus Kyai MIM viral dan ditangani selebriti Denny Sumargo lewat podcast populernya.
Dalam videonya, Wahyu menyebut bakal hadir langsung dalam mediasi yang rencananya digelar di Kelurahan Merjosari.
“Besok, kedua belah pihak akan dipertemukan, dimediasi di Kelurahan Merjosari. Pak Lurah Merjosari dan Pak Camat Lowokwaru akan memantau langsung. Insyaa Allah, aku yo bakal hadir langsung memantau jalannya mediasi,” ujar Wahyu dengan logat khas Malang.
Respons warganet pun penuh sindiran. Salah satunya dari akun @awan nu reborn yang berkomentar, “ribut berminggu2 ditag warga terus setelah ada berita kedensu baru nongol.. 😂😂😂”. Komentar ini mendapat ratusan tanda suka.
Akun @lucky ayu menuliskan, “telat pak telas, pak dosen udah podcast sama densu cari keadilan, kemaren² kemana aja pak 🗿🗿🗿”.
Senada, akun @dek paitun menyindir, “sudah ku duga,, pastilah bapak ini akan muncul ketika denny sumargo sudah turun tangan, halah,, pak,, pak,,, RT dan jajarannya kei perlu bapak selidiki Juga,,”
Meski menuai kritik, Wahyu menegaskan Pemkot Malang akan menangani kasus ini dengan cara yang tenang dan tidak emosional.
“Sing tenang, Pemerintah Kota Malang, khususnya saya, gak akan tinggal diam dengan masalah ini. Saat ini sedang saya pelajari, dan tentunya harus diselesaikan dengan kepala dingin, tidak tergesa-gesa dan emosi,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan harapan agar permasalahan segera menemukan solusi. “Dungakno yo rek, masalah iki ndang nemu solusi, adem ayem kembali hubungan sebagai tetangga berdampingan. Aamiin 🤲🏽,…”







