Scroll untuk melanjutkan berita!
Iklan di Solusiindonesia.com
Malang Raya

GAWAI! Nasi Goreng Kecombrang Jadi Ikon Baru, Bupati Malang Targetkan UMKM ‘Menggila’ di Bumi Kanjuruhan

×

GAWAI! Nasi Goreng Kecombrang Jadi Ikon Baru, Bupati Malang Targetkan UMKM ‘Menggila’ di Bumi Kanjuruhan

Sebarkan artikel ini
​Bupati Malang, Drs. H. M. Sanusi, M.M., Foto: Pemkab Malang

Solusiindonesia.com — Halaman Pendopo Kabupaten Malang pada Sabtu (29/11/2025) pagi, sukses bertransformasi menjadi panggung megah bagi kebangkitan ekonomi kreatif lokal.

Gelaran akbar 2nd Dekranasda – Fest 2025 yang memukau publik ini ditandai dengan peluncuran ikon kuliner baru dan penegasan visi Bupati Malang untuk menjadikan Bumi Kanjuruhan lokomotif industri kreatif paling produktif di Jawa Timur.

​Acara tahunan tersebut mencapai puncaknya pada sesi “Masak Besar” yang menyedot perhatian, di mana Nasi Goreng Kecombrang secara resmi diperkenalkan sebagai menu ikonik kuliner baru Kabupaten Malang.

Aroma sedap kecombrang yang khas langsung menyeruak, menggoda ratusan pengunjung yang antusias mencicipi hasil racikan Ketua Dekranasda, Hj. Anis Zaidah, berkolaborasi dengan selebgram Mama Lela dan Chef Ayub dari Shanaya Resort.

Visi Bupati: Malang Sentra Industri Kreatif Jatim
​Bupati Malang, Drs. H. M. Sanusi, M.M., hadir didampingi istri dan disambut antusias oleh ratusan warga serta pelaku UMKM. Dalam sambutannya, Abah Sanusi—sapaan akrab Bupati—menyatakan bahwa tingginya antusiasme pada festival tahun kedua ini adalah sinyal positif bagi kebangkitan ekonomi daerah.

​“Dekranasda – Fest tahun ini adalah tahun kedua, dan alhamdulillah antusiasnya terus meningkat. Ini sinyal positif bagi kebangkitan ekonomi kita,” ungkap Sanusi dengan wajah sumringah.

​Sanusi menegaskan target besarnya: menjadikan event ini lokomotif untuk menempatkan Kabupaten Malang sebagai pusat industri kreatif dan UMKM paling produktif di Jawa Timur.

Kolaborasi Vokasi dan Panggung Batik Garudeya
​Kemeriahan festival dibuka dengan peragaan busana yang memukau, melibatkan talenta muda daerah. Para siswa dari SMK Cendekia Bangsa Kepanjen unjuk gigi di atas catwalk, percaya diri mengenakan Batik Motif Garudeya—corak khas yang sarat nilai sejarah Malang.

​Tak hanya pelajar, Putri Garudeya Kabupaten Malang juga turut melenggang anggun, memamerkan karya orisinal para desainer dan pengrajin batik tulis lokal. Langkah Pemkab Malang menggandeng siswa SMK ini dinilai sebagai strategi cerdas untuk menjembatani pendidikan vokasi dengan industri kreatif riil, sekaligus memacu kepercayaan diri talenta muda daerah.

​Pekerjaan Rumah Khusus untuk UMKM
​Menyikapi persaingan global yang semakin ketat, Bupati Sanusi memberikan “pekerjaan rumah” khusus kepada para pelaku UMKM. Ia menekankan perlunya inovasi produk yang terus digenjot dan analisis pasar yang dipertajam.

​“Di era persaingan global yang ketat, hanya produk yang kreatif dan konsisten yang mampu bertahan,” tegasnya.

​Sanusi juga berkomitmen untuk terus membuka ruang bagi anak-anak muda kreatif, menyiapkan mereka untuk menyongsong Indonesia Emas 2045. Ia optimis, potensi besar generasi kreatif harus diwadahi untuk memajukan daerah.

​Tantangan Ikon Kuliner Baru
​Namun, di balik kemeriahan peluncuran, ada tantangan besar. Sebuah menu tidak akan menjadi ikon hanya melalui seremoni sehari. Untuk memastikan Nasi Goreng Kecombrang benar-benar melekat, Pemkab Malang ditantang untuk menindaklanjutinya dengan kebijakan nyata.

​Hal ini dapat berupa branding masif dan berkelanjutan, seperti mewajibkan menu ini hadir di setiap hotel, restoran, dan katering acara dinas di Kabupaten Malang.

Tanpa langkah lanjutan, ikon baru ini terancam hanya berakhir sebagai cerita seru di media sosial yang cepat terlupakan.
​Menutup acara, Bupati berharap festival ini dapat terus digelar rutin, meyakini bahwa ajang seperti ini akan membuat Kabupaten Malang semakin dikenal dunia global sebagai destinasi wisata dan pusat kreativitas yang unggul

Image Slide 1