Solusiindonesia.com – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang mengambil langkah responsif terkait keluhan masyarakat mengenai salah satu titik bus stop di kawasan Sawojajar, Kecamatan Kedungkandang, yang dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan. Evaluasi tersebut dilakukan setelah lokasi pemberhentian bus itu ramai dibahas di media sosial.
Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, membenarkan bahwa hasil pemantauan internal menunjukkan perlunya penanganan terhadap titik tersebut. “Memang dari hasil pantauan, rambu bus stop itu perlu dievaluasi,” ujarnya, Sabtu (6/12/2025).
Widjaja, yang akrab disapa Jaya, menjelaskan bahwa titik bus stop di kawasan tersebut merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Karena itu, pihaknya masih menunggu arahan resmi dari Dishub Jatim terkait langkah perbaikan.
“Sudah kami koordinasikan dengan provinsi, dan saat ini kami masih menunggu keputusan lebih lanjut. Karena itu adalah kewenangan mereka,” tuturnya.
Ia meminta masyarakat bersabar sembari menunggu hasil kajian provinsi dan memastikan Dishub Kota Malang akan terus melakukan koordinasi intensif demi menjamin keamanan dan kenyamanan penumpang.
“Kami juga sudah memberikan rekomendasi lokasi yang lebih aman dan nyaman kepada provinsi untuk penempatan bus stop,” tambahnya.
Sebelumnya, sebuah video yang memperlihatkan kondisi bus stop Trans Jatim di Sawojajar viral di media sosial. Video yang diunggah akun Instagram @info_malang memperlihatkan penumpang turun dari bus dengan posisi yang sangat dekat dengan bahu jalan dan selokan yang cukup dalam.
Dalam video tersebut, terlihat jarak antara titik turun penumpang, tepi jalan raya, dan bibir selokan hanya terpaut beberapa centimeter. Situasi ini dikhawatirkan membahayakan penumpang, terlebih ketika kawasan tersebut tergenang air saat hujan.
Unggahan tersebut disertai caption yang menyoroti betapa “ndrawasi”-nya lokasi rambu bus stop tersebut karena berada tepat di sisi selokan dan mepet dengan badan jalan. Warganet meminta agar titik pemberhentian segera dievaluasi sebelum terjadi insiden seperti kasus serupa yang pernah terjadi di kawasan SP Sudarmo. (*)








