Scroll untuk melanjutkan berita!
Iklan di Solusiindonesia.com
Malang Raya

Malang Bersiap Menyambut Natal: Dari Gereja hingga Pos Terpadu, Diperiksa Langsung Wali Kota

×

Malang Bersiap Menyambut Natal: Dari Gereja hingga Pos Terpadu, Diperiksa Langsung Wali Kota

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat saat meninjau secara langsung pengamanan ibadah natal di salah satu gereja di jalan Ijen (foto istimewa)

Solusiindonesia.com – Malam Natal di Kota Malang tahun ini diprediksi akan terasa lebih ramai dari biasanya. Lampu-lampu kota mulai menyala lebih terang, arus kendaraan meningkat, dan gereja-gereja bersiap menyambut umat yang datang silih berganti. Di balik suasana itu, Pemerintah Kota Malang bergerak lebih awal untuk memastikan satu hal penting: rasa aman dan nyaman bagi semua.

Rabu (24/12), Wali Kota Malang Wahyu Hidayat bersama Wakil Wali Kota, unsur DPRD, TNI, Polri, kejaksaan, serta tokoh lintas agama turun langsung meninjau kesiapan perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Dari halaman Balai Kota hingga sudut-sudut gereja, rombongan menyusuri titik-titik strategis yang menjadi pusat aktivitas ibadah dan pergerakan masyarakat.

“Kami ingin memastikan umat dapat beribadah dengan tenang, sementara warga dan wisatawan yang datang ke Malang juga merasa aman dan nyaman,” ujar Wahyu di sela pemantauan.

Natal tahun ini diperkirakan membawa lonjakan pengunjung hingga sekitar 23 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Libur panjang akhir tahun serta terbatasnya perjalanan ke sejumlah daerah lain membuat Malang dan kawasan Batu menjadi magnet baru bagi wisatawan. Pergerakan ini tak hanya terasa di gereja, tetapi juga di stasiun, terminal, hotel, dan ruas-ruas jalan utama.

Karena itulah, pos-pos pelayanan terpadu disiapkan dengan fasilitas lengkap. Di depan Stasiun Kota Baru, petugas siaga mengawasi arus penumpang kereta api yang kini dilayani oleh jalur perjalanan baru. Sementara di kawasan Ijen, pos pengamanan berdiri dengan dukungan layanan kesehatan, antisipasi kebakaran, hingga kesiapsiagaan bencana alam.

Yang menarik, seluruh dinamika kota itu dipantau secara berkala. Setiap 12 jam, data pergerakan kendaraan, tingkat hunian hotel, hingga aktivitas di terminal dan stasiun diperbarui dan ditampilkan di layar pemantauan Polresta Malang Kota. Dari angka-angka itu, petugas bisa membaca ritme kota yang kian padat menjelang malam Natal.

Di sisi lain, perhatian utama tetap tertuju pada rumah-rumah ibadah. Aparat kepolisian secara rutin melakukan sterilisasi sebelum misa dan kebaktian dimulai. Beberapa gereja bahkan menggelar hingga lima atau enam kali ibadah dalam satu hari untuk mengakomodasi membludaknya jemaat.

“Dari dialog kami dengan para pengurus gereja, semuanya menyampaikan bahwa pengamanan berjalan baik. Ini penting agar ibadah berlangsung khidmat tanpa rasa khawatir,” kata Wahyu.

Pemantauan rombongan Wali Kota meliputi Pos Pelayanan Polresta di Jalan Trunojoyo, Gereja GBI Betlehem di Jalan Panglima Sudirman, GPPS Anugerah di Jalan Sunandar Priyo, Gereja Katolik St. Albertus Detrapani di Jalan Ahmad Yani, hingga Gereja Katolik St. Perawan Maria dari Gunung Karmel di Jalan Ijen, sebelum berakhir di Pos Pelayanan Terpadu Polresta Malang Kota.

Di tengah padatnya agenda akhir tahun, Kota Malang ingin memastikan satu pesan sampai kepada semua: perayaan Natal adalah tentang kedamaian. Dan untuk menjaga kedamaian itu, seluruh elemen kota memilih hadir, berjaga, dan bekerja bersama—agar Malang tetap ramah bagi umat yang beribadah maupun para tamu yang singgah merayakan liburan. (*)

Image Slide 1