Scroll untuk melanjutkan berita!
Iklan di Solusiindonesia.com
Nasional

Kasus Korupsi Petral: Sudirman Said Beri Kesaksian Soal Peran ‘Mafia Migas’ dan Tata Kelola 2008-2009

×

Kasus Korupsi Petral: Sudirman Said Beri Kesaksian Soal Peran ‘Mafia Migas’ dan Tata Kelola 2008-2009

Sebarkan artikel ini
Sudirman Said/instagram

Sokusiindonesia.com — Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said, memenuhi panggilan tim penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung pada Rabu (24/12/2025). Sudirman diperiksa sebagai saksi kunci dalam pengusutan kasus dugaan korupsi yang menjerat Pertamina Energy Trading Ltd (Petral).

Dalam pemeriksaan tersebut, penyidik fokus mendalami peran Sudirman Said saat menjabat sebagai Senior Vice President Integrated Supply Chain (ISC) PT Pertamina pada periode 2008-2009, bukan dalam kapasitasnya sebagai mantan menteri

Dalam keterangan persnya, Sudirman berharap kesaksian yang ia berikan dapat mendudukkan perkara secara proporsional. Ia menilai langkah hukum yang diambil Kejaksaan Agung saat ini merupakan momentum penting untuk memperkuat penegakan hukum di sektor energi.

“Saya berharap keterangan saya bisa membuat segala sesuatu lebih proporsional dan memperkuat tindakan hukum yang sedang dilakukan aparat,” ujar Sudirman di Jakarta.

Salah satu poin krusial yang disampaikan Sudirman adalah mengenai hambatan efisiensi rantai pasok minyak mentah dan BBM di masa lalu. Ia menyoroti perubahan kepemimpinan di Pertamina pada tahun 2009 yang menurutnya berdampak fatal terhadap sistem pengendalian perusahaan.

Berikut adalah beberapa poin penting yang diungkapkan Sudirman Said terkait kondisi tahun 2009:

  • Pelemahan Tata Kelola: Perubahan pimpinan mengakibatkan struktur organisasi berubah, yang berdampak pada lemahnya kontrol atas minyak mentah dan produk kilang.
  • Amputasi Fungsi ISC: Unit Integrated Supply Chain (ISC) yang seharusnya menjadi benteng efisiensi justru “diamputasi” fungsinya oleh kepemimpinan baru saat itu.
  • Celah Praktik Mafia: Sudirman menyebut pelemahan fungsi ISC inilah yang menjadi pintu masuk bagi praktik-praktik yang kerap disebut sebagai “mafia migas”.
    Komitmen Mendukung Pemberantasan Korupsi

Meski tidak bisa merinci seluruh materi penyidikan kepada publik, Sudirman menegaskan bahwa masalah pasokan minyak dan BBM adalah isu lama yang sering ia suarakan. Ia memastikan akan terus kooperatif jika penyidik membutuhkan keterangan tambahan guna mengusut tuntas skandal Petral hingga ke akarnya.

“Sebagai warga negara, saya akan terus mendukung proses penegakan hukum dalam pemberantasan korupsi,” pungkasnya.