Solusiindonesia.com — Kemenangan RB Leipzig yang sempat berada di depan mata akhirnya buyar di detik-detik akhir laga Bundesliga kontra St Pauli, Rabu (28/1/2026) dini hari WIB.
Kesalahan krusial David Raum pada masa injury time membuat pertandingan berakhir imbang 1-1 dan menghadiahkan satu poin penting bagi tuan rumah.
Bermain di Stadion Millerntor dengan dukungan penuh suporternya, St Pauli tampil tanpa rasa gentar sejak awal pertandingan. Tim besutan Alexander Blessin itu langsung menekan dan mempersulit Leipzig dalam membangun serangan, meski tim tamu datang dengan status unggulan.
Sepanjang babak pertama, Leipzig memang lebih menguasai penguasaan bola, namun kerap mentok di lini pertahanan St Pauli yang tampil disiplin. Peluang terbaik Leipzig hadir lewat sepakan keras Xavier Schlager yang masih membentur tiang gawang.
Sementara St Pauli mengandalkan kecepatan Ricky-Jade Jones untuk mengganggu pertahanan Leipzig, meski masih mampu diantisipasi oleh Willi Orban.
Kebuntuan baru terpecahkan pada menit ke-66. Sepak pojok David Raum sempat gagal dibersihkan sempurna dan bola jatuh ke kaki Yan Diomande. Tembakan pemain muda Leipzig itu sempat mengenai Eric Smith sebelum masuk ke gawang, membuat Leipzig unggul 1-0.
Keunggulan tersebut tampak akan bertahan hingga peluit akhir, namun drama terjadi pada masa tambahan waktu. Pada menit ke-93, David Raum melakukan kesalahan fatal setelah terpeleset di kotak penalti dan menjatuhkan Martijn Kaars. Wasit pun menunjuk titik putih.
Kaars yang dipercaya sebagai algojo menjalankan tugasnya dengan sempurna. Sepakan tenangnya ke arah pojok gawang tak mampu dibendung Peter Gulacsi dan membuat stadion bergemuruh menyambut gol penyama kedudukan.
Hasil imbang ini membawa RB Leipzig naik ke peringkat keempat klasemen Bundesliga sementara dengan keunggulan selisih gol atas Stuttgart. Meski demikian, satu poin ini terasa pahit bagi tim asuhan Marco Rose yang tampil dominan dalam sebagian besar laga.
Sementara bagi St Pauli, tambahan satu poin belum cukup mengangkat mereka dari posisi ke-17. Kendati demikian, keberhasilan menahan imbang tim papan atas seperti Leipzig menjadi suntikan kepercayaan diri penting untuk menghadapi pertandingan selanjutnya.








