Solusiindonesia.com — Hubungan politik yang dinilai terlalu mesra antara Presiden FIFA, Gianni Infantino, dan mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kini memicu krisis etika serius di tubuh organisasi sepak bola dunia.
Kelompok advokasi hak asasi manusia yang berbasis di London, FairSquare, secara resmi melayangkan pengaduan kepada Komite Etik FIFA. Mereka menuding Infantino telah melanggar statuta FIFA terkait kewajiban mutlak untuk menjaga netralitas politik.
Tuntutan FairSquare: Infantino Dinilai Jadi “Alat Politik” Trump
Pengaduan ini muncul menyusul serangkaian pernyataan publik Infantino yang secara eksplisit menunjukkan dukungan terhadap agenda politik Donald Trump, puncaknya adalah penganugerahan kontroversial “FIFA Peace Prize” perdana.
Direktur Program FairSquare, Nicholas McGeehan, menegaskan bahwa aliansi ini telah membahayakan integritas global sepak bola.
“Keluhan ini melampaui sekadar dukungan Infantino terhadap agenda politik Presiden Donald Trump. Ini adalah cerminan dari struktur tata kelola FIFA yang absurd, yang membiarkan Gianni Infantino secara terbuka melanggar aturan dan bertindak dengan cara yang membahayakan kepentingan olahraga paling populer di dunia,” ujar McGeehan dalam keterangan resminya.
Empat Bukti Utama Pelanggaran Netralitas Presiden FIFA
Dalam dokumen pengaduannya, FairSquare melampirkan empat kutipan pernyataan kunci Infantino sepanjang tahun 2025 sebagai bukti dukungan politik terang-terangan:
Tanggal Acara/Konteks Pernyataan Infantino yang Dituding Melanggar 5 Des 2025 Piala Dunia 2026 Draw & Pemberian Penghargaan “Anda sangat pantas mendapatkan FIFA Peace Prize pertama ini… dan Anda selalu dapat mengandalkan dukungan saya, Tuan Presiden.” 5 Nov 2025 American Business Forum “Dia hanya menerapkan apa yang dia katakan akan dia lakukan, jadi saya pikir kita semua harus mendukung apa yang dia lakukan karena menurut saya itu terlihat cukup bagus.” Okt 2025 Instagram Pribadi (Lobi Nobel) Mengklaim Donald Trump pantas mendapatkan Nobel Perdamaian atas perannya di Timur Tengah. 20 Jan 2025 Video Pelantikan Presiden Menggunakan slogan kampanye Trump: “Bersama-sama kita akan membuat tidak hanya Amerika hebat lagi (Make America Great Again), tetapi juga seluruh dunia.”
Skandal “FIFA Peace Prize”: Ilegal dan Tanpa Persetujuan Dewan?
Selain isu netralitas, FairSquare juga mendesak penyelidikan resmi terkait legalitas penghargaan FIFA Peace Prize itu sendiri. Infantino dituduh menciptakan dan menganugerahkan penghargaan tersebut secara sepihak tanpa melalui persetujuan resmi dari Dewan FIFA (FIFA Council).
Berdasarkan statuta FIFA, semua hal yang berkaitan dengan misi, kebijakan, dan nilai strategis organisasi wajib disetujui oleh Dewan.
Tindakan Infantino ini diduga kuat sebagai langkah melangkahi wewenang demi menyenangkan sekutu politiknya.
Apa Ancaman Sanksi untuk Gianni Infantino?
Jiika Komite Etik FIFA menemukan Infantino bersalah, pria asal Swiss tersebut secara teoritis bisa menghadapi berbagai tingkatan sanksi:
* Peringatan Keras dan Denda.
* Pelatihan Kepatuhan Etika.
* Larangan Beraktivitas di dunia sepak bola.
Namun, pengamat menilai bahwa terlepas dari bukti yang ada, investigasi ini mungkin tidak akan berujung pada hukuman substansial, mengingat kuatnya cengkeraman kekuasaan Infantino saat ini di dalam tubuh FIFA.
Hingga berita ini diturunkan, pihak FIFA belum mengeluarkan tanggapan resmi terkait laporan serius dari FairSquare ini.(*)








