Scroll untuk melanjutkan berita!
Iklan di Solusiindonesia.com
Pendidikan

Perkuat Pembelajaran Lapangan, Mahasiswa FEB UM Tinjau Perkebunan Ekspor di Ampelgading

×

Perkuat Pembelajaran Lapangan, Mahasiswa FEB UM Tinjau Perkebunan Ekspor di Ampelgading

Sebarkan artikel ini
Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Malang saat melakukan kunjungan ke Perkebunan Macadamia dan Holtikultura Argoyuwono (foto istimewa).

Solusiindonesia.com — Sebanyak 20 mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Negeri Malang (UM) melakukan kunjungan edukatif ke Perkebunan Macadamia dan Holtikultura Argoyuwono di Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman langsung terkait proses produksi dan ekspor komoditas pertanian unggulan, seperti kacang macadamia dan sayuran holtikultura.

Kunjungan ini turut melibatkan tiga dosen pembimbing, dua staf pendamping, serta tim dari Bea Cukai Malang yang terdiri dari empat orang. Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Malang, Pitoyo Pribadi, serta Direktur PT Macadamia Indonesia, Agus Susanto, dan Pengelola Kebun, Anto Tamtomo, juga hadir dalam kegiatan tersebut. Kamis (10/6/2025).

Direktur PT Macadamia Indonesia, Agus Susanto, menyambut baik kegiatan ini dan menilai pentingnya pengalaman lapangan bagi mahasiswa. “Kunjungan ini memberikan wawasan nyata mengenai proses produksi dan pengelolaan tanaman ekspor seperti kacang macadamia dan sayuran holtikultura,” ujarnya.

Kepala Seksi Bea Cukai Malang, Pitoyo Pribadi, menambahkan bahwa pemahaman mahasiswa tentang proses ekspor komoditas pertanian menjadi penting di tengah tantangan perdagangan global. “Kami berharap kegiatan ini dapat membuka cakrawala baru bagi mahasiswa dalam melihat potensi pertanian sebagai sektor strategis ekspor,” jelasnya.

Hal senada disampaikan Anto Tamtomo selaku pengelola kebun. Ia berharap kunjungan ini bisa menjadi sarana berbagi pengetahuan antara praktisi dan kalangan akademik. “Mahasiswa dapat melihat secara langsung bagaimana proses pengelolaan kebun dilakukan mulai dari hulu hingga hilir,” ujarnya.

Dosen pembimbing FEB UM, Raisa, menyatakan bahwa kegiatan ini memberi nilai tambah pada pembelajaran di kelas. “Dengan melihat langsung proses produksi dan ekspor, mahasiswa bisa menghubungkan teori dengan praktik di lapangan secara lebih kontekstual,” ungkapnya.

Selama kunjungan, mahasiswa diajak menelusuri area perkebunan yang membudidayakan komoditas ekspor seperti kubis, lettuce, brokoli, dan ketela cilembu. Mereka juga berkesempatan berdiskusi langsung dengan petani dan pengelola untuk memperdalam wawasan mengenai tata kelola pertanian dan pemasaran produk ekspor.

Melalui kunjungan ini, mahasiswa diharapkan mampu memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai rantai nilai ekspor komoditas pertanian, sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap peran strategis sektor pertanian dalam perekonomian nasional. (*)