Scroll untuk melanjutkan berita!
Iklan di Solusiindonesia.com
Pendidikan

Integrasi Timor Timur: Tonggak Sejarah yang Terjadi pada 17 Juli 1976

×

Integrasi Timor Timur: Tonggak Sejarah yang Terjadi pada 17 Juli 1976

Sebarkan artikel ini
Bendera Timor Timor atau yang sekarang menjadi Timur Leste / foto: freepik

Solusiindonesia.com — 17 Juli diperingati menjadi hari Integrasi Timor Timur ke Indonesia, Tanggal itu diperingati saat Timor Timur resmi menjadi provinsi ke-27 di Indonesia.

Meski pernah menjadi bagian dari Indonesia, eksistensi Timor Timur sebagai provinsi ke-27 tidak bertahan lama. Timor Timur akhir melepaskan diri dari tanah air dalam sebuah referendum pada 30 Agustus 1999.

Sejarah Integrasi Timor Timur :

Pada 17 Juli 1976, Pemerintah Indonesia secara resmi mengintegrasikan wilayah Timor Timur ke dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) setelah sebelumnya dilakukan Deklarasi Balibo dan pernyataan dari Dewan Rakyat Timor Timur (DRTT) yang menyatakan keinginan bergabung dengan Indonesia.

Integrasi ini disahkan melalui Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1976 yang dikeluarkan oleh DPR RI dan Pemerintah, sehingga Timor Timur menjadi provinsi ke-27 Indonesia.

Namun, proses integrasi yang dilakukan pada masa pemerintahan Presiden Soeharto ini menimbulkan pro-kontra, baik di dalam negeri maupun internasional.

Setelah melalui berbagai dinamika politik dan konflik bersenjata, akhirnya pada 30 Agustus 1999, PBB memfasilitasi referendum yang memberi kesempatan rakyat Timor Timur memilih antara otonomi khusus dalam Indonesia atau merdeka. Mayoritas memilih merdeka.

Timor Timur resmi memisahkan diri dari Indonesia pada 20 Mei 2002 dan menjadi negara merdeka dengan nama Timor-Leste.

Meskipun hari Integrasi Timor Timur tidak termasuk dalam daftar hari besar nasional yang diperingati secara rutin oleh pemerintah Indonesia saat ini. Namun, tanggal ini tetap tercatat dalam sejarah sebagai tonggak penting dalam hubungan Indonesia–Timor Timur.

Image Slide 1