Solusiindonesia.com — Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pendidikan Agama Islam jenjang SMA Kabupaten Penajam Paser Utara, bekerja sama dengan MKKS SMA, sukses menggelar Lomba Keagamaan antar-SMA se-Kabupaten Penajam Paser Utara. Kegiatan ini dipusatkan di SMA Negeri 2 Penajam Paser Utara. Pada Rabu, (06/08/2025)
Ajang tahunan tersebut diikuti oleh sekitar 10 sekolah menengah atas, mulai dari SMAN 1 PPU hingga SMA ITCI, dengan total peserta dari seluruh cabang lomba mencapai lebih dari 100 siswa-siswi terbaik, yang merupakan perwakilan dari masing-masing sekolah.
Lomba Keagamaan ini mempertandingkan enam cabang, yaitu Tartil Al-Qur’an, Tilawah Al-Qur’an, Ceramah, Kaligrafi Kontemporer, Adzan, serta cabang Baca Al Kitab untuk Kristen Protestan dan Katolik.
Setiap pemenang pertama dari tiap cabang nantinya akan mewakili kabupaten di ajang tingkat Provinsi Kalimantan Timur, sebagaimana tradisi rutin yang digelar setiap tahun dan tahun lalu sempat dilangsungkan di Kota Balikpapan.
Salah satu peserta yang menorehkan prestasi membanggakan adalah Sabria Disla Nawaf Majid, siswi asal SMA Negeri 2 Penajam Paser Utara, yang sukses meraih juara 1 pada cabang Ceramah.
Teks ceramah yang ia bawakan merupakan hasil karya sang guru pembimbing, Abu Bakar, S.Ag., M.Pd.I, yang kemudian disesuaikan dan dipresentasikan oleh Sabria dengan penuh penghayatan.
Berikut Teks Pidato dengan judul “Urgensi Akhlak Mencegah Prilaku Bullying” yang diterima redaksi pada Jumat, (08/08/2025)
Assalamualaikum Wr.Wb
First, all praise to Allah SWT who always gives health, blessing, and salvation to all of us.
Secondly, let’s also send our sholawat and salam to our Nabi Muhammad SAW who always gives goodness in the world, who which take us from the age of darkness to the era of bright light.
Dewan juri yang saya hormati…
Teman-teman peserta Lomba keagamaan yang saya sayangi…
Pada kesempatan kali ini, izinkan saya untuk menyampaikan sebuah ceramah, dengan judul, Urgensi Akhlak Mencegah Perilaku Bullying.
Hadirin, tidak dapat kita pungkiri bahwa kasus bullying di kalangan pelajar di Indonesia terus mewarnai berita-berita viral di negeri tercinta kita. Contohnya, pada awal bulan Mei lalu, media sosial digemparkan oleh video siswa SD asal Samarinda, yang dikeroyok oleh teman-teman sebayanya hingga harus dirawat dirumah sakit. Lebih tragis daripada itu Hadirin, adalah peristiwa yang menimpa siswa kelas 2 SD di Riau. Bayangkan Hadirin! Siswa kelas 2 SD, sudah dibully, dirundung oleh kakak kelasnya karena perbedaan suku dan agama, hingga meninggal dunia saat dirawat dirumah sakit.
Lalu, kalau sudah begitu, apa peran konkrit kita untuk menyikapi, dan mencegah terjadinya tindakan bullying? Ada yang tahu? Tidak ada yang tahu? Sini-sini, biar saya beritahu.
Jadi, peran yang pertama adalah, Menjadi teladan, dan menghormati serta membela hak-hak orang lain. Hal ini, ditegaskan dalam penggalan Q.S Al-Hujurat, No.49 ayat 11 yang berbunyi.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِنْ قَوْمٍ عَسَى أَنْ يَكُونُوا خَيْراً مِنْهُمْ وَلا نِسَاءٌ مِنْ نِسَاءٍ عَسَى أَنْ يَكُنَّ خَيْراً مِنْهُنَّ
Artinya: Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokkan itu) lebih baik daripada mereka (yang mencolok-olok); dan jangan pula perempuan-perempuan (mengolok-olok) perempuan lain (karena) boleh jadi perempuan (yang diolok-olok itu) lebih baik daripada perempuan (yang mengolok-olok).
Berdasarkan ayat tersebut, saya ingin mengajak teman-teman semua untuk membiasakan diri menghormati, dan menghargai teman-teman lain di sekolah, meskipun berbeda agama, suku, dan budaya.
Selanjutnya, peran yang kedua adalah, Menerapkan perilaku berkedudukan yang sama.
Semua manusia di muka bumi ini, memiliki kedudukan yang sama di hadapan Allah. Rasulullah SAW pernah bersabda.
ليس لاحد على احد فضل الا بالدين او عمل صالح
“Tidaklah seseorang mempunyai keutamaan atas orang lain, kecuali karena dirinya dan amal shalih”
Lalu, peran yang terakhir adalah, Membiasakan Amar Ma’ruf Nahi Mungkar di sekolah.
Amar Ma’ruf dapat dilakukan di sekolah dengan cara, melaksanakan kajian setiap selesai sholat dhuha berjamaah, melaksanakan tadarus Al-Qur’an setiap hari, dan melaksanakan kegiatan Jumat Taqwa di setiap bulan. Lalu, bagaimana penerapan Nahi Mungkar di sekolah? Speak Up! Apabila kita melihat, atau mengetahui adanya tindakan bullying di lingkungan sekolah, kita tidak boleh diam saja, apalagi hanya menonton. Kita harus apa hadirin? Speak Up!
InsyaAllah hadirin, pembiasaan-pembiasaan ini akan mengurangi, atau bahkan menghilangkan tindakan bullying di lingkungan sekolah. Amin, Amin Ya Rabbal Alamin.
Dewan juri yang saya hormati…
Teman-teman peserta Lomba keagamaan yang saya sayangi…
So, that’s all from me, Sabria Disla Nawaf Majid for today. I really apologize for any mistakes. And, I hope it will be useful for all of us.
Wasalamualaikum warahmatulohi Wabarakatuh
Diharapkan dengan prestasi Sabria ini, menjadi contoh baik bagi para anak muda. Khususnya dalam mengkampanyekan tentang peranan akhlak mencegah perilaku bullying.






