Scroll untuk melanjutkan berita!
Iklan di Solusiindonesia.com
Peristiwa

Nasabah Rugi Miliaran, BCA Pastikan Sistem Aman

×

Nasabah Rugi Miliaran, BCA Pastikan Sistem Aman

Sebarkan artikel ini
Gedung BCA Jakarta. Foto: Freepik

Solusiindonesia.com — Kasus penipuan siber kembali memakan korban. Kali ini, sejumlah nasabah bisnis PT Bank Central Asia Tbk (BCA) dilaporkan kehilangan dana hingga miliaran rupiah akibat terjebak situs web palsu (phishing). Menanggapi hal tersebut, manajemen BCA mengimbau masyarakat untuk lebih jeli membedakan kanal resmi dengan situs tiruan yang dibuat oleh oknum tidak bertanggung jawab.

Kasus ini mencuat setelah viral di media sosial melalui unggahan akun Instagram @realmrbert dan @tommy*. Salah satu korban dilaporkan kehilangan dana sebesar Rp500 juta yang sedianya dialokasikan untuk penggajian karyawan.

Modus yang digunakan pelaku adalah menciptakan situs web dengan alamat yang sangat mirip dengan alamat asli. Sebagai contoh, nasabah seharusnya mengakses vpn.klikbca.com, namun justru terjebak masuk ke situs palsu berawalan “vpk” yang muncul di mesin pencari. Secara visual, situs tersebut dirancang identik dengan aslinya, sehingga nasabah tidak curiga saat memasukkan data sensitif.

EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah melakukan investigasi mendalam terkait laporan tersebut.

“Berdasarkan kronologis dan hasil penelusuran kami, kejadian ini murni merupakan modus penipuan phishing melalui situs web palsu,” ujar Hera dalam keterangan resminya di Jakarta.

Hera juga menegaskan bahwa setelah dilakukan audit internal, sistem perbankan BCA dinyatakan tetap aman dan tidak mengalami kebocoran. Kerugian yang terjadi murni disebabkan oleh perpindahan data rahasia dari nasabah ke pihak penipu melalui situs ilegal tersebut.

Agar terhindar dari modus serupa, BCA meminta nasabah untuk hanya memercayai informasi dari kanal komunikasi resmi.

Masyarakat diharapkan lebih waspada saat mencari alamat situs perbankan melalui mesin pencari (Google) dan selalu memastikan alamat URL yang tertera di address bar browser sudah benar sebelum melakukan login.

Image Slide 1