Scroll untuk melanjutkan berita!
Iklan di Solusiindonesia.com
Peristiwa

Virus Nipah Merebak di India, Tingkat Kematian Capai 75%, Lebih Mematikan dari COVID-19

×

Virus Nipah Merebak di India, Tingkat Kematian Capai 75%, Lebih Mematikan dari COVID-19

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi virus / foto: freepik

Solusiindonesia.com — Otoritas kesehatan India mengonfirmasi dua kasus positif virus Nipah di negara bagian Benggala Barat hingga Selasa (27/1/2026). Kembalinya wabah ini memicu kewaspadaan internasional, membuat sejumlah negara memperketat pengawasan di pintu masuk bandara dan perbatasan guna mencegah transmisi lintas negara.

Prof. Gema Geoghegan, pakar mikrobiologi dan imunologi dari University of Otago, memperingatkan bahwa virus Nipah memiliki tingkat fatalitas kasus (Case Fatality Rate) yang sangat tinggi, yakni berkisar antara 40 hingga 75 persen. Angka ini jauh melampaui tingkat kematian akibat COVID-19.

“Virus ini berkali-kali lipat lebih mematikan. Secara statistik, sekitar 50 persen dari mereka yang terinfeksi berakhir dengan kematian,” ujar Geoghegan sebagaimana dikutip dari Stuff, Jumat (30/1/2026).

Virus Nipah bersumber dari inang alami kelelawar buah. Penularan awal ke manusia biasanya terjadi melalui perantara hewan ternak, seperti babi yang mengonsumsi buah terkontaminasi air liur atau urine kelelawar.

Meskipun sangat mematikan, Geoghegan menjelaskan bahwa potensi pandemi virus ini cenderung rendah karena karakteristik penularannya yang spesifik:

  • Bukan Penyakit Airborne: Virus tidak menular melalui udara atau droplet pernapasan biasa.
  • Kontak Cairan Tubuh: Infeksi antarmanusia hanya terjadi melalui kontak langsung dengan cairan tubuh pasien, seperti urine atau air liur.
  • Skala Lokal: Sejauh ini, wabah Nipah bersifat lokal dan relatif terkendali.
    Tantangan Medis: Belum Ada Vaksin
    Hingga saat ini, belum ditemukan vaksin atau obat spesifik untuk menangani virus Nipah. Penanganan medis yang dilakukan tenaga kesehatan saat ini hanya fokus pada perawatan suportif untuk meredakan gejala klinis yang dialami pasien.

India memiliki riwayat wabah Nipah yang cukup rutin. Sebelum kasus Benggala Barat pada 2026, negara bagian Kerala mencatatkan tren serupa:

  • 2018: 17 kematian dari 19 kasus yang dilaporkan.
  • 2023: 2 kematian dari 6 kasus terkonfirmasi.
    Secara historis, virus ini pertama kali diidentifikasi pada 1998 di kalangan peternak babi di Malaysia, yang kemudian menyebar ke Singapura pada 1999. Selain India, Bangladesh merupakan negara yang melaporkan temuan kasus hampir setiap tahun sejak 2001, sementara Filipina mencatatkan wabah terakhirnya pada 2014.

Image Slide 1