Scroll untuk melanjutkan berita!
Iklan di Solusiindonesia.com
Nasional

Waspada Virus Nipah di India: Pakar Ungkap Alasan Mengapa Potensi Pandeminya Rendah

×

Waspada Virus Nipah di India: Pakar Ungkap Alasan Mengapa Potensi Pandeminya Rendah

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Kalelawar. Foto: Freepik

Solusiindonesia.com — Kasus virus Nipah kembali mencuri perhatian dunia setelah India melaporkan lima warga di Benggala Barat terkonfirmasi positif. Dampaknya, sekitar 100 orang yang melakukan kontak erat kini diwajibkan menjalani isolasi ketat.

Meski memicu kekhawatiran, para ahli epidemiologi meminta masyarakat untuk tetap tenang namun waspada. Mengapa demikian? Berikut adalah ulasan lengkap mengenai risiko, gejala, dan cara penularannya.

Dikutip Healt liputan6 Epidemiolog Dicky Budiman menegaskan bahwa peluang virus Nipah menjadi pandemi global tergolong sangat kecil jika dibandingkan dengan virus pernapasan seperti SARS-CoV-2. Berbeda dengan COVID-19 yang menyebar melalui udara (airborne), virus Nipah memerlukan kontak langsung dengan cairan tubuh penderita seperti urine, darah, atau droplet pernapasan dalam jarak dekat.

“Secara global, potensi virus nipah menjadi pandemi itu tetap rendah dibandingkan penyakit saluran pernapasan seperti SARS-CoV-2,” kata Dicky.

Lebih lanjut Dicky menjelaskan bahwa secara epidemiologi, sebaran virus ini cenderung membentuk klaster lokal dan tidak menyebar secara masif dalam waktu singkat dan Kemampuan virus ini untuk berpindah antarmanusia masih dianggap rendah, sehingga risiko skala besar dapat ditekan dengan isolasi yang tepat.

Mengenal Asal-usul Virus Nipah
Virus Nipah merupakan penyakit zoonotik emerging, yang berarti penyakit ini menular dari hewan ke manusia. Virus ini pertama kali diidentifikasi pada wabah tahun 1998-1999 yang menyerang peternak babi di Sungai Nipah, Malaysia, dan menyebar hingga Singapura. Kala itu, tercatat 106 kematian dari 276 kasus konfirmasi.

Adapun Jalur Penularan ke Manusia melalui kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi (babi atau kelelawar), baik dengan mengonsumsi buah atau produk makanan (seperti nira sawit) yang terkontaminasi air liur atau urine kelelawar terinfeksi.

Gejala Virus Nipah Dari Flu Biasa Hingga Radang Otak
Gejala infeksi virus Nipah sangat bervariasi, mulai dari yang ringan hingga kondisi fatal yang menyerang sistem saraf pusat.

Fase InfeksiGejala yang Muncul
Fase AwalDemam tinggi, sakit kepala hebat, nyeri otot (mirip flu-like syndrome).
Fase LanjutanSesak napas, pneumonia (radang paru-paru).
Kondisi KritisGangguan neurologis, kebingungan akut, kejang, hingga radang otak (ensefalitis) yang berujung koma.

Penularan antar manusia paling sering terjadi di lingkungan keluarga atau fasilitas kesehatan saat merawat pasien tanpa protokol perlindungan yang memadai.

Meskipun tingkat fatalitas (kematian) virus Nipah cukup tinggi, mekanisme penularannya yang terbatas pada kontak cairan tubuh membuat risiko pandemi global tetap rendah. Langkah terbaik saat ini adalah menjaga kebersihan lingkungan dan menghindari konsumsi buah yang terdapat bekas gigitan hewan liar.