Scroll untuk melanjutkan berita!
Iklan di Solusiindonesia.com
Peristiwa

Status Gunung Tambora Naik ke Level II Waspada: Aktivitas Magma Meningkat Signifikan

×

Status Gunung Tambora Naik ke Level II Waspada: Aktivitas Magma Meningkat Signifikan

Sebarkan artikel ini
Gunung Tombora . Foto: Google

Solusiindonesia.com — Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) resmi meningkatkan status aktivitas Gunung Tambora di Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Terhitung mulai Selasa, 11 Maret 2026 pukul 10.00 WITA, status gunung api ini naik dari Level I (Normal) menjadi Level II (Waspada).

Keputusan ini diambil menyusul lonjakan aktivitas kegempaan yang mengindikasikan adanya pergerakan magma dari kedalaman menuju permukaan.

Penyebab Kenaikan Status Gunung Tambora
Kepala Balai Pemantauan Gunung Api dan Mitigasi Bencana Gerakan Tanah Nusa Tenggara, Zakarias Dedu Ghele Raja, menjelaskan bahwa peningkatan ini didasarkan pada analisis data visual dan instrumental yang menunjukkan dinamika magmatik yang intens.

Berdasarkan data pemantauan, terjadi tren kenaikan gempa vulkanik dalam yang cukup drastis dalam dua bulan terakhir:

  • Januari 2026: Tercatat 267 kejadian gempa.
  • Februari 2026: Meningkat tajam menjadi 453 kejadian.
  • Awal Maret 2026 (1-9 Maret): Terdeteksi 88 gempa vulkanik dalam, 9 gempa guguran, serta puluhan gempa tektonik.

“Dinamika ini menunjukkan adanya peningkatan tekanan fluida magmatik dan suplai magma menuju kantong magma yang lebih dangkal di bawah tubuh Gunung Tambora,” ujar Zakarias pada Rabu (11/3/2026).

Rekomendasi Keamanan dan Radius Bahaya
Pihak berwenang telah mengeluarkan sejumlah instruksi keamanan bagi masyarakat setempat maupun wisatawan guna meminimalisir risiko bencana. Berikut adalah poin-poin utamanya:

  • Radius Steril: Masyarakat dan pengunjung dilarang melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas gunung.
  • Larangan Masuk Kaldera: Dilarang keras turun ke dasar kaldera atau mendekati kerucut parasit seperti Doro Afi Toi dan Doro Afi Bou.
  • Waspada Gas Beracun: Hindari area lubang tembusan gas di dasar kaldera.
  • Ancaman Longsor: Waspadai potensi guguran batu atau longsoran tebing kaldera akibat ketidakstabilan lereng yang dipicu aktivitas seismik.

Imbauan bagi Masyarakat
Pemerintah daerah mengimbau warga untuk tetap tenang namun waspada. Informasi terkini mengenai aktivitas vulkanik dapat dipantau langsung melalui:

  • Pos Pengamatan Gunung Api Tambora di Desa Doro Peti, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu.
  • Aplikasi atau situs resmi PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi).

Peningkatan status ini menjadi pengingat bagi para pendaki dan pelaku wisata di kawasan Taman Nasional Gunung Tambora untuk selalu mematuhi protokol keselamatan demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.