Scroll untuk melanjutkan berita!
Iklan di Solusiindonesia.com
Peristiwa

Tabrakan Maut Mobil MBG di SDN Kalibaru 01: Kasus Naik Penyidikan, Korban Bertambah Jadi 22 Orang

×

Tabrakan Maut Mobil MBG di SDN Kalibaru 01: Kasus Naik Penyidikan, Korban Bertambah Jadi 22 Orang

Sebarkan artikel ini
Tabrakan Maut Mobil MBG di SDN Kalibaru 01: Kasus Naik Penyidikan, Korban Bertambah Jadi 22 Orang/tangkapan layar

Solusiindonesia.com — Kasus kecelakaan tragis yang melibatkan mobil pengangkut menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menabrak sejumlah siswa dan guru di SDN Kalibaru 01 Pagi, Cilincing, Jakarta Utara, terus bergulir. Pihak kepolisian telah meningkatkan status kasus ini ke tahap penyidikan.

Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Erick Frendriz, mengungkapkan bahwa penyidik telah memeriksa keterangan dari 10 orang saksi terkait insiden yang terjadi beberapa hari lalu.

“10 orang saksi yang sudah diperiksa. Kemudian saat ini statusnya naik penyidikan,” kata Kombes Erick dikutip detik

Penyidik Polres Jakarta Utara berencana menggelar konferensi pers (konpers) hari ini untuk menyampaikan perkembangan terkini. Konpers tersebut akan memaparkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), ringkasan pemeriksaan saksi, dan kemungkinan besar akan mengumumkan penetapan status terlapor kepada publik.

“Akan kami sampaikan hasil dari olah TKP, hasil pemeriksaan saksi, kemudian mungkin penetapan status kepada terlapor juga. Naik penyidikan karena masih pendalaman terhadap barang bukti, para saksi, menentukan alat buktinya dan petunjuk,” jelasnya.

Fakta mengejutkan terungkap mengenai jumlah korban. Kapolres Erick Frendriz mengonfirmasi bahwa total korban kasus mobil MBG menabrak guru dan siswa ini telah bertambah.

Data terkini mencatat 22 orang menjadi korban. Mereka menjalani perawatan intensif di RSUD Koja dan RSUD Cilincing.

“Adapun sampai saat ini total yang dirawat atau yang mendapat perawatan 22 orang, 10 orang sudah rawat jalan,” ujar Kombes Erick Frendriz pada hari sebelumnya.

Tragedi ini mengingatkan kita akan pentingnya standar keselamatan (K3) yang ketat pada operasional kendaraan program bantuan, terutama di area publik atau sekolah.


Sebagai bentuk kepedulian terhadap para korban dan komunitas sekolah, Polres Jakarta Utara juga akan memberikan layanan trauma healing kepada para korban yang terdampak. Selain itu, kegiatan belajar mengajar di SDN Kalibaru 01 Pagi diliburkan pascakejadian.

“Mau trauma healing dulu ke korban-korban yang terdampak ya. Libur (sekolah),” pungkasnya.

Peningkatan status ke penyidikan menunjukkan bahwa polisi telah menemukan cukup bukti permulaan.

Masyarakat menantikan transparansi dari pihak berwenang terkait siapa yang bertanggung jawab atas kecelakaan fatal ini dan bagaimana program MBG akan memastikan standar keamanan operasional ke depannya.

Image Slide 1