Scroll untuk melanjutkan berita!
Iklan di Solusiindonesia.com
Daerah

Dari Ledakan hingga Evakuasi Rooftop: Fakta Lengkap Kebakaran Terra Drone Jakpus

×

Dari Ledakan hingga Evakuasi Rooftop: Fakta Lengkap Kebakaran Terra Drone Jakpus

Sebarkan artikel ini
Kebakaran Terra Drone Kemayoran, Jakarta Pusat Diduga Karena Baterai Meledak / foto: tangkapan layar

Solusiindonesia.com — Kebakaran besar terjadi di Gedung Terra Drone yang berlokasi di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Selasa (9/12/2025).

Kobaran api dengan cepat melalap bangunan tersebut, sementara asap hitam pekat membumbung tinggi dari lokasi kejadian.

Terra Drone sendiri dikenal sebagai salah satu penyedia layanan drone terbesar di dunia, menawarkan teknologi untuk survei udara, inspeksi infrastruktur, dan analisis data.

Berdasarkan informasi dari situs resmi perusahaan, Terra Drone didirikan di Jepang pada tahun 2016 dan kini beroperasi di berbagai negara melalui jaringan mitra global.

Sebanyak 29 unit pemadam kebakaran dengan 101 personel diterjunkan untuk menjinakkan api. Meski upaya pemadaman berhasil dilakukan, tragedi ini tetap menelan korban jiwa.

Kebakaran di Gedung Terra Drone, Kemayoran, Jakarta Pusat, kini memasuki tahap penyelidikan intensif oleh Polres Metro Jakarta Pusat.

Usai melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), kepolisian mulai merangkai kronologi. Solusiindonesia.com telah merangkum sejumlah fakta penting terkait insiden yang menewaskan puluhan karyawan itu.

Diduga kebakaran karena baterai drone

Salah satu dugaan awal mengarah pada baterai drone yang diduga menjadi sumber api. Temuan itu disampaikan langsung oleh Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro.

“Kalau dari keterangan tadi, memang sementara baru karena baterai ya, baterai dari drone yang terbakar. Namun sebabnya terbakar, saat ini tim labfor masih bekerja,” ujar Susatyo, Selasa (9/12/2025).

Pihak kepolisian juga menelusuri potensi kelalaian dalam insiden ini, termasuk dari operator maupun pemilik gedung. Pemeriksaan terhadap para saksi pun diperluas.

“Juga melakukan pemeriksaan kepada semua saksi-saksi, termasuk nanti pemilik usaha maupun pemilik gedung. Sehingga kami mohon waktunya untuk kami bisa segera menyampaikan perkembangan kepada teman-teman media sekalian,” ujarnya.

Sempat dipadamkan menggunakan APAR

Menurut keterangan Susatyo, kebakaran bermula di lantai 1 ketika baterai drone terbakar. Meski karyawan sempat mencoba memadamkan api menggunakan APAR, upaya itu gagal sehingga api menyebar cepat ke lantai-lantai lain.

“Jadi berdasarkan keterangan para saksi-saksi, memang sumber awal itu adalah di lantai satu. Kemudian api tidak bisa dipadamkan meskipun sudah dicoba menggunakan beberapa APAR,” kata ucap Susatyo.

Evakuasi Dilakukan Lewat Rooftop

Asap pekat kemudian naik ke area atas gedung, menyebabkan banyak korban lemas. Mereka yang berhasil selamat diketahui memanfaatkan akses di rooftop, lalu menyeberang ke bangunan sebelah.

“Rata-rata tadi yang selamat adalah yang menggunakan evakuasi dari lantai rooftop. Mereka naik ke atas kemudian baru nyeberang ke gedung sebelahnya. Nah itu yang bisa diselamatkan,” ucap dia.

Ada Ledakan sebelum kebakaran

Di sisi lain, saksi mata yang juga petugas keamanan, Rian, mengaku mendengar suara ledakan keras sebelum api membesar. Ia mengatakan api awalnya kecil namun cepat menjalar ke barang-barang di sekitarnya.

“[Mendengar ledakan] kencang,” ucap Rian.
“Kebakar sama kardus-kardus kan. Nah jadi apinya, asapnya juga banyak,” ujarnya.

Akses Keluar-Masuk hanya 1

Hasil olah TKP tim Puslabfor Bareskrim Polri menambah panjang daftar persoalan gedung tersebut. Mereka menemukan bahwa gedung hanya memiliki satu pintu keluar-masuk, yang memperburuk proses evakuasi.

“Jika teman-teman melihat memang tadi sejak siang atau sore hari untuk akses hanya satu ya,” kata Kabid Fiskomfor Puslabfor Bareskrim Polri Kombes Romylus Tamtelahitu.

Romylus juga menyebut adanya dugaan bahwa ukuran tangga bangunan terlalu kecil, sehingga akan turut diperiksa lebih lanjut.

“Memang itu (dugaan tangga sempit) menjadi salah satu instrumen yang nanti akan kita uji dan kita lakukan pemeriksaan secara forensik,” ucap dia.

3 Jenazah Korban dapat teridentifikasi

Di tengah proses penyelidikan, RS Polri Kramat Jati mengumumkan perkembangan identifikasi korban. Dari 22 jenazah, tiga telah berhasil diidentifikasi melalui sidik jari, rekam medis, rekam gigi, dan properti korban.

“Pada malam ini telah dilaksanakan sidang rekonsiliasi untuk menentukan identitas korban dan memutuskan tiga jenazah yang telah berhasil diidentifikasi,” kata Karumkit RS Polri Brigjen Prima Heru.

Ketiganya adalah Rufaidha Lathiifunnisa (22), Novia Nurwana (28), dan Yoga Valdier Yaseer (28). Pemeriksaan luar menunjukkan dugaan bahwa korban meninggal akibat paparan gas karbondioksida dari api yang membakar area lantai 1.

Tak ada WNA yang jadi korban

Polisi memastikan bahwa tidak ada warga negara asing (WNA) yang menjadi korban dalam kebakaran gedung Terra Drone di Kemayoran, Jakarta Pusat. Hingga kini, data sementara menunjukkan sebanyak 22 orang meninggal dunia dan 19 lainnya berhasil selamat.

“Untuk saat ini kita belum menemukan informasi ada orang asing di antara korban. Tapi kita masih melakukan penyelidikan lebih lanjut,” ujar pihak kepolisian.

Sementara itu, Kapusdatin BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, merinci bahwa total terdapat 76 korban dalam insiden tersebut. Dari jumlah itu, 54 orang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat, sementara 22 lainnya meninggal dunia terdiri dari 15 perempuan dan 7 laki-laki.

BPBD DKI Jakarta juga merilis daftar nama korban meninggal dunia dalam kebakaran tersebut. Sebanyak tujuh korban laki-laki tercatat atas nama Aril, Apri, Yoga, Cendy, Reyhan, Mirza, dan Saiful. Sementara itu, 15 korban perempuan meliputi Ninda, Pariyem, Novia, Nisa, Jazel, Risda, Asyifa, Della, Siti, dan Amelia.

Image Slide 1