Scroll untuk melanjutkan berita!
Iklan di Solusiindonesia.com
Peristiwa

Kronologi Horor! Sopir Ngantuk Salah Injak Pedal, Mobil Pengantar Makan Gratis Tabrak 22 Guru dan Siswa di SDN Cilincing

×

Kronologi Horor! Sopir Ngantuk Salah Injak Pedal, Mobil Pengantar Makan Gratis Tabrak 22 Guru dan Siswa di SDN Cilincing

Sebarkan artikel ini
Tabrakan Maut Mobil MBG di SDN Kalibaru 01: Kasus Naik Penyidikan, Korban Bertambah Jadi 22 Orang/tangkapan layar

Solusiindonesia.com — Jakarta Utara digegerkan oleh insiden tragis pada Kamis (11/12/2025) pagi, ketika sebuah mobil pengantar program Makan Bergizi Gratis (MBG) menerobos masuk dan menabrak kerumunan guru serta siswa di SDN Kalibaru 01 Pagi, Cilincing. Total 22 korban luka akibat kejadian nahas ini.

​Kepolisian Resor Metro Jakarta Utara telah menetapkan sopir berinisial AI sebagai tersangka atas kelalaiannya.

Berdasarkan keterangan Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara Kompol Ongkoseno Grandiarso Sukahar, kecelakaan dipicu oleh kepanikan AI yang salah menginjak pedal.

​”Harusnya dia menginjak rem pada saat dia mau berhenti itu, tapi dia salah, (malah) menginjak (pedal) gas,” jelas Kompol Ongkoseno, Jumat (12/12/2025).

​Dalam kondisi panik, AI berupaya menghindari kerumunan orang di jalan dengan membanting setir ke kiri, tanpa menyadari bahwa arah yang dipilihnya adalah pagar dan lapangan sekolah.

Alih-alih menghindari kecelakaan, upayanya itu justru membuatnya menerobos pagar dan menabrak guru serta sejumlah murid yang saat itu sedang menjalani kegiatan literasi di lapangan sekolah.

​Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Erick Frendriz menambahkan fakta penting terkait kondisi fisik tersangka AI. Ditemukan bahwa AI baru tidur sekitar pukul 04.00 pagi dan sudah mulai mengemudi mobil mitra SPPG (pihak penyedia MBG) pada pukul 05.30 WIB.

​”Sehingga waktu istirahatnya kurang. Itulah mungkin yang menjadi bahan bagi kita bahwa pada saat terjadinya kejadian tersebut, Tersangka dalam kondisi yang tidak layak untuk mengendarai kendaraan,” tegas Kombes Erick.

​Meskipun hasil tes urine dan alkohol AI menunjukkan negatif, kurangnya waktu istirahat secara signifikan menjadi faktor utama kelalaian yang menyebabkan tabrakan maut di sekolah tersebut.

Para korban, termasuk guru dan siswa, sempat dilarikan ke RSUD Koja dan RSUD Cilincing untuk mendapatkan perawatan intensif.

Image Slide 1