Solusilndonesia.com — Produsen otomotif asal China, BYD, diproyeksikan menyalip Tesla sebagai penjual kendaraan listrik terbesar di dunia berdasarkan perhitungan tahun kalender.
Pergeseran posisi tersebut diperkirakan terkonfirmasi pada Jumat (02/01/2025) seiring pengumuman data penjualan tahunan kedua perusahaan.
Capaian ini menjadi momen penting bagi BYD, mengingat perusahaan tersebut sempat diremehkan CEO Tesla, Elon Musk. Dalam wawancara dengan Bloomberg pada 2011, Musk bahkan menertawakan produk BYD. Namun, data sementara menunjukkan situasi kini berbalik, dengan penjualan BYD pada 2025 diperkirakan mencapai 2,26 juta unit.
Sementara itu, Tesla belum merilis angka resmi penjualan tahunannya. Proyeksi sebelumnya memperkirakan pengiriman sekitar 1,6 juta kendaraan sepanjang 2025, turun sekitar 8 persen dibandingkan 2024.
Jika terealisasi, hal tersebut akan menandai penurunan penjualan tahunan Tesla untuk dua tahun berturut-turut. Tesla sendiri menggunakan metrik pengiriman sebagai indikator terdekat dari penjualan, meski tanpa penjelasan rinci dalam laporan ke pemegang saham.
Sepanjang 2025, Tesla menghadapi berbagai tekanan, mulai dari persaingan ketat dengan produsen kendaraan listrik asal China hingga dampak reputasi akibat pernyataan politik Elon Musk yang menuai kontroversi. Tekanan tersebut sempat membebani kinerja saham perusahaan, terutama pada kuartal pertama.
Namun, dalam beberapa pekan terakhir, arah pergerakan saham Tesla berbalik positif. Harga saham bahkan mencetak rekor penutupan tertinggi sepanjang masa di level 489,88 dolar AS bulan lalu.
Penguatan ini terjadi setelah Musk mengumumkan uji coba kendaraan tanpa pengemudi di Austin, Texas, yang dilakukan tanpa penumpang di dalam kendaraan. Pengujian tersebut berlangsung hampir enam bulan setelah peluncuran program percontohan kendaraan otonom Tesla yang sebelumnya masih melibatkan pengemudi keselamatan.








