Scroll untuk melanjutkan berita!
Iklan di Solusiindonesia.com
Internasional

Mojtaba Khamenei Ancam Balas Dendam Atas Kematian Ali Larijani, Sebut Iran Kian Solid

×

Mojtaba Khamenei Ancam Balas Dendam Atas Kematian Ali Larijani, Sebut Iran Kian Solid

Sebarkan artikel ini
Mojtaba Khamenei terpilih menjadi pemimpin Iran gantikan Almarhum ayahnya Ayatollah Ali Khamenei. Foto: Instagram

Solusiindonesia.com — Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, mengeluarkan pernyataan tegas terkait tewasnya tokoh keamanan senior, Ali Larijani. Dalam pernyataan resminya, Mojtaba menjanjikan pembalasan setimpal terhadap pihak yang bertanggung jawab atas insiden tersebut, yang diduga kuat melibatkan serangan militer Israel.

Pernyataan ini merupakan pidato publik kedua Mojtaba sejak ia naik takhta menggantikan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei. Meski hingga saat ini Mojtaba belum tampil secara fisik di hadapan publik, pesan tertulisnya memberikan sinyal kuat mengenai arah kebijakan luar negeri Iran di bawah kepemimpinannya.

Ali Larijani dilaporkan gugur pada Selasa (17/3/2026) akibat serangan yang dilancarkan oleh Israel. Sosok Larijani dikenal sebagai figur kunci dalam arsitektur keamanan Iran, yang oleh Mojtaba digambarkan sebagai pribadi yang berpengetahuan luas, cerdas dan strategis serta memiliki komitmen tinggi terhadap sistem Islam.

Dalam kutipan yang dilansir dari Telegraph, Mojtaba menekankan bahwa tindakan kekerasan terhadap pejabat Iran justru akan menjadi bumerang bagi para pelakunya.

“Para anti-Islamis harus menyadari bahwa menumpahkan darah di akar pohon besar sistem Islam hanya akan membuat fondasi kami semakin kokoh,” tegas Mojtaba Khamenei.

Ia juga menambahkan bahwa setiap tetes darah martir memiliki harga yang sangat mahal. “Para pembunuh jahat ini harus segera membayar harga atas perbuatan mereka,” lanjutnya.

Ketegangan di kawasan semakin memanas seiring dengan pernyataan Mojtaba yang secara eksplisit menolak adanya jaminan keamanan bagi musuh-musuh Iran. Pernyataan ini muncul di tengah situasi geopolitik yang tidak stabil, termasuk kebijakan pembatasan ibadah di Masjid Al-Aqsa oleh Israel yang juga memicu reaksi keras dari dunia internasional.

Dengan naiknya Mojtaba Khamenei, banyak analis memprediksi bahwa Iran akan mengambil posisi yang lebih konfrontatif terhadap ancaman eksternal guna mengonsolidasikan kekuatan dalam negeri.