Scroll untuk melanjutkan berita!
Iklan di Solusiindonesia.com
Internasional

Profil Ali Larijani, Ahli Matematika dan ‘Benteng’ Keamanan Iran yang Gugur di Tangan Israel

×

Profil Ali Larijani, Ahli Matematika dan ‘Benteng’ Keamanan Iran yang Gugur di Tangan Israel

Sebarkan artikel ini
Ali Larijani. Foto: Instahram

Solusiindinesia.com — Eskalasi konflik di Timur Tengah mencapai titik didih baru. Ali Larijani, sosok sentral dalam peta keamanan Iran sekaligus mantan Ketua Parlemen, dilaporkan tewas dalam serangan udara yang dilancarkan militer Israel. Kepergian pria berjuluk “Keluarga Kennedy dari Iran” ini menandai hilangnya salah satu pemikir strategis paling berpengaruh di Teheran.

Dilansir Al Jazeera, Rabu (18/3/2026), kabar kematian Larijani dikonfirmasi tak lama setelah Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengumumkan keberhasilan operasi tersebut. Larijani (67) mengembuskan napas terakhir di tengah berkecamuknya perang yang melibatkan AS dan Israel terhadap Iran.

Ali Larijani bukanlah sosok militer biasa. Ia dikenal sebagai Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran yang memiliki latar belakang akademis mentereng. Sebelum terjun ke dunia intelijen dan politik, ia adalah seorang matematikawan dan pemegang gelar PhD di bidang Filsafat.

Sosoknya sering disebut sebagai “wajah tenang” Iran. Di saat suhu politik memanas, Larijani kerap tampil pragmatis. Ia bahkan dikenal sebagai pengagum filsuf Jerman Immanuel Kant dan menjadi negosiator kunci dalam kesepakatan nuklir Iran dengan negara-negara Barat di masa lalu.

Namun, pasca-tewasnya Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei pada Februari lalu, nada bicara Larijani berubah drastis menjadi lebih agresif terhadap AS dan Israel.

“Kita akan membuat para penjahat Zionis dan Amerika menyesali perbuatan mereka,” tegas Larijani dalam pidato terakhirnya di televisi pemerintah, sesaat sebelum ia menjadi target serangan.

Julukan “Keluarga Kennedy dari Iran” yang disematkan majalah Time pada 2009 bukanlah tanpa alasan. Larijani lahir dari keluarga elite yang menguasai berbagai pos strategis:

  • Ayah: Mirza Hashem Amoli, ulama besar yang sangat dihormati.
  • Keluarga: Saudara-saudaranya menduduki jabatan penting di lembaga peradilan dan Majelis Pakar.
  • Koneksi Revolusi: Larijani merupakan menantu dari Morteza Motahhari, orang kepercayaan pendiri Republik Islam Iran, Ayatollah Khomeini.

Meski tumbuh di lingkaran konservatif, Larijani memiliki pandangan yang luas terhadap pendidikan global. Salah satu putrinya, Fatemeh, tercatat sebagai lulusan kedokteran yang menempuh spesialisasi di Cleveland State University, Amerika Serikat.

Kematian Larijani menjadi pukulan telak kedua bagi Iran dalam waktu singkat. Bersamaan dengan itu, Brigadir Jenderal Gholamreza Soleimani, kepala pasukan paramiliter Basij, juga dilaporkan tewas dalam serangan serupa.

Larijani terakhir kali terlihat di hadapan publik pada Jumat (13/3) saat memimpin parade Hari Al-Quds di Teheran. Kini, dengan hilangnya sang “otak” strategi keamanan, arah kebijakan transisi Iran di tengah tekanan perang AS-Israel menjadi teka-teki besar bagi dunia internasional.