Solusiindonesia.com — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyerahkan bantuan rumah kepada keluarga almarhum Affan Kurniawan, pemuda pengemudi ojek daring yang meninggal setelah terlindas kendaraan taktis milik Brimob Polri.
Bantuan ini diberikan sebagai bentuk perhatian dan penghormatan atas perjuangan Affan, yang semasa hidupnya bercita-cita membelikan rumah untuk ibunya, Herlina.
Presiden Prabowo datang langsung ke rumah duka di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, pada Jumat malam (29/8/2025).
Rumah duka yang ditempati keluarga Affan diketahui merupakan rumah kontrakan berukuran 3×11 meter. Dalam kunjungannya, Presiden menyampaikan belasungkawa dan mendengarkan secara langsung keluhan serta harapan keluarga.
“Bapak datang langsung dan memberikan bantuan. Termasuk memenuhi impian Affan untuk ibunya, yaitu memiliki rumah,” ujar Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Wamendes PDT), Ahmad Riza Patria, kepada awak media usai kunjungan.
Rumah yang diberikan kepada keluarga berada di kawasan Cileungsi, Kabupaten Bogor, dan diserahkan melalui Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait.
Affan Kurniawan (21), merupakan tulang punggung keluarga. la putus sekolah di usia 14 tahun dan bekerja sebagai penjaga portal sebelum menjadi pengemudi ojek daring. Dalam kesehariannya, Affan dikenal sebagai anak berbakti dan pekerja keras. la bahkan telah membeli sebidang tanah di Lampung serta sepeda motor untuk adik perempuannya.
Tragedi yang menimpa Affan terjadi poda Kamis (28/8/2025) malam, saat ia berada ch Jalan Penjernihan 1, Bendungan Hilit, Jakarta Pusat. Affan tewas setelah terlindas kendaraan taktis Barracuda milik Brimob Polri. la sempat dilarikan ke RSCM, namun nyawanya tidak tertolong.
Pihak kepolisian telah menetapkan tujuh personel Brimob yang berada di dalam Barracuda tersebut sebagai tersangka. Saat ini, ketujuhnya telah ditahan dan sedang menjalani pemeriksaan oleh Divisi Propam Mabes Polri.
Presiden Prabowo dalam pernyataannya juga menegaskan bahwa proses hukum harus ditegakkan secara tegas terhadap para pelaku.
Turut mendampingi Presiden dalam kunjungan tersebut sejumlah pejabat tinggi negara, di antaranya Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menko PMK Pratikno, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.







