Solusiindonesia.com — Kawasan Heritage Bandar Grisse kembali membuktikan daya tarik magisnya sebagai magnet wisata sejarah kelas dunia. Melalui inisiatif bertajuk “Tilik Mburi Bandar Grisse”, kawasan pelabuhan kuno ini tidak hanya menjadi destinasi jalan-jalan, tetapi juga ruang pertemuan budaya lintas negara.
Kegiatan yang fokus pada pendalaman narasi sejarah Kota Pudak ini mendadak ramai diperbincangkan setelah kehadiran tamu internasional dari Mesir dan Honduras pada Minggu, (11/1/2026). Kehadiran mereka menegaskan bahwa warisan budaya Gresik memiliki nilai universal yang diakui secara global.
Menelusuri Jejak Akulturasi di Kota Tua
Program “Tilik Mburi” (Menengok ke Belakang) dirancang untuk membawa peserta menyelami akar budaya Gresik yang majemuk. Para peserta, termasuk warga asing tersebut, diajak mengeksplorasi tiga pilar utama Bandar Grisse:
- Kampung Arab: Menilik jejak penyebaran Islam dan perniagaan Timur Tengah.
- Kawasan Pecinan: Melihat harmoni arsitektur dan tradisi masyarakat Tionghoa yang masih terjaga.
- Arsitektur Kolonial: Saksi bisu kejayaan administrasi pelabuhan di masa lampau.

Dialog Budaya Lintas Benua
Bukan sekadar city tour, kegiatan ini menjadi ajang Cultural Exchange. Wisatawan asal Mesir dan Honduras terlibat dialog interaktif dengan warga lokal. Mereka berbagi perspektif mengenai perbandingan manajemen pelestarian kota tua di negara masing-masing dengan apa yang mereka temui di Gresik.
“Melihat antusiasme teman-teman mancanegara hari ini membuktikan bahwa sejarah kita adalah bagian dari narasi perdagangan dunia,” ujar salah satu penggerak kegiatan. Ia menekankan bahwa Bandar Grisse bukan sekadar aset lokal, melainkan identitas yang patut dibanggakan di level internasional.
Pengalaman Autentik: Narrative Walk dan Kuliner
Selama perjalanan, metode Narrative Walk menjadi andalan. Peserta tidak hanya melihat bangunan, tetapi mendengarkan kisah-kisah kejayaan pelabuhan Gresik sebagai pusat perdagangan rempah dunia. Pengalaman ini ditutup dengan sesi Local Experience, di mana para tamu mencicipi kuliner khas Gresik yang merupakan hasil akulturasi budaya selama berabad-abad.
Upaya pelestarian melalui kegiatan seperti “Tilik Mburi” diharapkan mampu meningkatkan kesadaran kolektif. Dengan melibatkan audiens internasional, pesan mengenai pentingnya menjaga bangunan cagar budaya dapat tersampaikan lebih luas, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis pariwisata di Kabupaten Gresik.








