Solusiindonesia.com — Penampilan Sarifah Suraidah, istri Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas’ud, mendadak jadi buah bibir di jagat maya. Di tengah panasnya polemik pengadaan mobil dinas mewah senilai Rp8,5 miliar, gaya busana Sarifah saat berinteraksi dengan warga justru memancing komentar pedas dari warganet.
Momen tersebut terekam dalam sebuah video singkat yang diunggah akun Instagram @peopletoday.id. Dalam video itu, Sarifah terlihat tengah berbincang dan memberikan bantuan uang kepada seorang nenek penjual sayur di pinggir jalan.
Alih-alih fokus pada aksi sosialnya, perhatian publik justru tertuju pada outfit yang dikenakan Sarifah. Ia tampil mencolok dengan:
- Gaun putih elegan bermotif bunga.
- Aksesori mewah berupa kalung mutiara, anting, dan cincin berukuran besar.
- Topi lebar (floppy hat) senada yang memperkuat kesan glamor.
Kombinasi busana ini memicu beragam reaksi. Banyak netizen yang menyamakan penampilannya dengan “Noni Belanda”, istilah untuk perempuan bangsawan Eropa di era kolonial.
“Kirain noni Belanda dari mana tadi,” tulis salah satu netizen di kolom komentar. Tak sedikit pula yang mengaitkan gaya hidup mewah tersebut dengan kebijakan anggaran sang suami. “Laki bini 11-12 ya gak sih? Jadi gak heran minta 8,5 (miliar) buat mobil dinas,” sindir akun lainnya.
Menanggapi kegaduhan terkait rencana pengadaan mobil dinas Land Rover Defender seharga miliaran rupiah tersebut, Gubernur Rudy Mas’ud akhirnya buka suara. Ia menegaskan bahwa hingga saat ini dirinya masih menggunakan kendaraan pribadi untuk operasional kedinasan.
Rudy berargumen bahwa pengadaan mobil mewah tersebut bukan semata-mata untuk gaya hidup, melainkan demi menjaga citra Kalimantan Timur sebagai penyangga utama Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Kalimantan Timur adalah miniatur Indonesia dan merupakan lokasi IKN. Tamu kita bukan hanya kepala daerah se-Indonesia, tapi juga tamu global. Masa iya kepala daerahnya pakai mobil ala kadarnya? Ini soal menjaga marwah masyarakat Kaltim,” tegas Rudy.
Berdasarkan data LHKPN yang sempat viral sebelumnya, Rudy Mas’ud memang dikenal memiliki kekayaan yang cukup besar, namun juga mencatatkan utang yang mencapai angka Rp112,6 miliar. Hal inilah yang membuat publik semakin kritis menyoroti setiap kebijakan anggaran yang dianggap kurang berempati pada kondisi ekonomi masyarakat bawah.







