Scroll untuk melanjutkan berita!
Iklan di Solusiindonesia.com
Daerah

JKJT Bagikan Singkong dan Kunyit untuk Perkuat Imun Masyarakat

×

JKJT Bagikan Singkong dan Kunyit untuk Perkuat Imun Masyarakat

Sebarkan artikel ini
Jaringan Kemanusiaan Jawa Timur (JKJT) membagikan satu ton singkong dan kunyit / foto: istimewa

Solusiindonesia.com — Di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap kualitas udara dan potensi lonjakan kasus penyakit pasca-pandemi, Jaringan Kemanusiaan Jawa Timur (JKJT) menunjukkan aksi nyata dengan membagikan satu ton singkong dan satu kuintal kunyit kepada para pengguna jalan di Malang. Rabu (11/6/2025).

Aksi ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat, khususnya dalam upaya meningkatkan daya tahan tubuh secara alami.

Ketua Umum JKJT, Ag Tedja G.K. Bawana, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan respons cepat atas tertundanya diskusi publik mengenai dampak paparan unsur aluminium dari udara. Meski acara diskusi harus dijadwalkan ulang karena kendala teknis, semangat untuk berkontribusi pada kesehatan masyarakat tidak luntur.

“Semangat kita untuk peduli tidak boleh berhenti. Kami dari JKJT bersama Fasliya Karya dan program MDI berupaya meningkatkan imun masyarakat, terutama dari dampak paparan aluminium,” ujar Ag Tedja.

Ia mengungkapkan bahwa aluminium yang tersebar di udara bisa berdampak buruk bagi tubuh manusia, terutama dalam jangka panjang. Untuk itu, masyarakat didorong mengonsumsi makanan yang bisa memperkuat unsur tembaga dalam tubuh, yang dinilai penting untuk menangkal dampak negatif dari logam berat tersebut.

JKJT memilih singkong dan kunyit sebagai “senjata” utama dalam kampanye peningkatan imun ini. Singkong rebus tanpa tambahan gula atau garam disarankan dikonsumsi setiap pagi, sekitar 10 cm panjangnya. Sementara kunyit, baik dalam bentuk minuman rebusan, disarankan diminum setiap hari — seperempat hingga setengah gelas untuk anak-anak, dan dua cangkir kecil untuk orang dewasa.

“Untuk bapak-bapak, kopi tanpa gula juga sangat baik untuk meningkatkan unsur tembaga. Sebaliknya, kami imbau masyarakat untuk menghindari minuman kemasan yang justru bisa meningkatkan kadar aluminium dalam tubuh,” jelas Ag Tedja.

Selain pembagian pangan, JKJT juga berencana menyapa warga secara langsung melalui kunjungan ke tingkat RT dan RW untuk menyosialisasikan pentingnya konsumsi pangan sehat dan air rebusan rumah tangga sebagai upaya sederhana menjaga imun.

Menanggapi kekhawatiran akan fase baru COVID-19 yang mulai menunjukkan gejala-gejala kemunculan kembali, Ag Tedja menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu panik, namun harus tetap waspada.

“Kita hadapi dengan tenang. Dengan penguatan imun dan konsumsi bahan-bahan alami yang mudah didapat di sekitar kita, kesehatan bisa tetap terjaga,” tegasnya.

Langkah ini mendapat apresiasi dari berbagai komunitas relawan yang tergabung dalam gerakan kemanusiaan di Malang. Mereka bahu-membahu mendorong perubahan pola hidup masyarakat, dari konsumtif terhadap produk instan menjadi kembali pada kekuatan pangan lokal yang menyehatkan.

Dengan semangat kolaboratif dan pendekatan berbasis komunitas, JKJT berharap bisa terus mendorong perubahan positif di masyarakat. Meski diskusi publik harus ditunda, aksi nyata terus berjalan — demi Indonesia yang lebih sehat dan mandiri.

Image Slide 1