Scroll untuk melanjutkan berita!
Iklan di Solusiindonesia.com
Daerah

Ketua PCNU Jombang KH Fahmi Amrullah Hadzik Minta Presiden Prabowo dan DPR Dengarkan Suara Rakyat

×

Ketua PCNU Jombang KH Fahmi Amrullah Hadzik Minta Presiden Prabowo dan DPR Dengarkan Suara Rakyat

Sebarkan artikel ini
Ketua PCNU Jombang KH Fahmi Amrullah Hadzik/ tangkapan layar Youtube

Solusiindonesia.com — Ketua PCNU Jombang, KH Fahmi Amrullah Hadzik, menyampaikan seruan moral terkait memanasnya situasi unjuk rasa di berbagai daerah di Indonesia beberapa hari terakhir.

Cucu KH Hasyim Asy’ari ini berharap kepada Presiden Prabowo Subianto, DPR RI, aparat keamanan, hingga masyarakat luas untuk menjaga stabilitas bangsa dan mengutamakan kepentingan rakyat.

“Pertama, kami memohon kepada Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, untuk menenangkan rakyat dengan menginstruksikan para pembuat kebijakan di pusat maupun daerah agar mencabut aturan-aturan yang menambah beban masyarakat, apalagi kondisi ekonomi saat ini belum sepenuhnya pulih,” kata Gus Fahmi dalam pernyataannya, yang disiarkan lewat kanal YouTube PCNU Jombang, Ahad (31/8/2025).

Ia juga meminta seluruh wakil rakyat di DPR RI untuk meminta maaf kepada rakyat Indonesia serta membatalkan kenaikan gaji dan tunjangan yang sudah ditetapkan.

“Dari sinilah akar masalah berawal. Jagalah lisan, jangan sampai melukai hati rakyat yang diwakili, karena kedaulatan tertinggi tetap berada di tangan rakyat,” tambahnya.

Gus Fahmi menegaskan bahwa menyampaikan aspirasi melalui demonstrasi adalah hak setiap warga negara, tetapi ia menolak keras aksi anarkistis.

“Ketiga, kami mengimbau seluruh elemen masyarakat tetap tenang, tidak mudah terprovokasi, dan menghindari tindakan kriminal seperti merusak, menjarah, atau membakar. Mari lakukan aksi protes dengan tertib dan santun,” jelasnya.

Tak lupa, ia juga menyampaikan pesan kepada aparat keamanan. “Keempat, kami meminta TNI dan Polri mengawal rakyat dengan bijaksana. Tindakan represif hanya ditujukan kepada mereka yang benar-benar melakukan pelanggaran hukum. Sedangkan rakyat yang menyampaikan aspirasi secara damai wajib dilindungi. Ingat, TNI dan Polri adalah sahabat rakyat, bukan musuh rakyat,” tegasnya.

Di akhir seruannya, Gus Fahmi berpesan khusus kepada warga Nahdlatul Ulama dan masyarakat luas agar memperbanyak doa dan istighotsah di tempat masing-masing supaya bangsa Indonesia segera keluar dari krisis ini dengan selamat. “Semoga Allah SWT selalu melindungi dan memberkahi negeri kita,” tutupnya.(*)

Image Slide 1