Solusiindonesia.com — Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2026 yang jatuh pada tanggal 17 Februari, tradisi saling memberi hadiah atau hamper menjadi momen yang paling dinantikan. Tahun 2026 yang merupakan Tahun Kuda Api diprediksi penuh dengan energi dan semangat baru.
Namun, dalam budaya Tionghoa, niat baik saja tidak cukup. Salah memilih jenis barang bisa dianggap sebagai doa buruk atau pemutus tali silaturahmi. Agar niat tulus Anda tidak salah sasaran, dikutip dari berbagai sumber berikut adalah daftar kado yang “haram” diberikan saat Imlek karena konotasi negatifnya.
1. Benda Tajam (Pisau dan Gunting)
Memberikan set pisau dapur yang mewah mungkin terlihat fungsional, namun dalam tradisi Tionghoa, benda tajam melambangkan pemutusan hubungan. Memberi benda tajam seolah-olah mengisyaratkan bahwa Anda ingin memutus tali persaudaraan atau persahabatan dengan penerimanya.
2. Jam (Simbol Kematian)
Menghadiahkan jam tangan atau jam dinding sangat dilarang. Dalam bahasa Mandarin, kata “memberi jam” (sòng zhōng) memiliki pelafalan yang hampir identik dengan “ritual pemakaman”. Memberikan jam dianggap sebagai pertanda bahwa waktu si penerima sudah habis atau mendoakan kematian.
3. Payung (Pertanda Perpisahan)
Meski musim hujan sering menyertai perayaan Imlek, jangan pernah memberi payung. Kata payung (sǎn) terdengar sangat mirip dengan kata “terpisah” (sàn). Memberi payung dipercaya akan membuat hubungan Anda dan penerima menjadi renggang di masa depan.
4. Kaca dan Cermin
Selain sifatnya yang mudah pecah—yang melambangkan hubungan yang rapuh—cermin memiliki posisi khusus dalam Feng Shui. Dipercaya bahwa cermin dapat menarik energi tertentu, dan jika diletakkan di posisi yang salah, hadiah Anda justru bisa membawa energi negatif atau malapetaka bagi rumah si penerima.
5. Buah Pir
Jika ingin memberi parcel buah, pastikan tidak ada buah pir di dalamnya. Dalam bahasa Mandarin, buah pir (lí) memiliki bunyi yang sama dengan kata “bercerai” atau “berpisah”. Untuk suasana Imlek yang penuh kehangatan keluarga, buah apel (lambang keselamatan) atau jeruk (lambang keberuntungan) jauh lebih disarankan.
6. Bunga Krisan (Chrysanthemum)
Hindari memberikan buket bunga krisan, terutama yang berwarna kuning atau putih. Di banyak wilayah Asia Timur, bunga ini identik dengan upacara kematian dan karangan bunga duka cita. Pilihlah bunga anggrek atau bunga mei hua yang lebih melambangkan kemakmuran.
7. Sepatu (Membangkitkan Roh Jahat)
Kata sepatu (xié) dalam bahasa Mandarin terdengar persis seperti kata “jahat” atau “setan”. Memberikan sepatu dianggap seperti mengirimkan kesialan atau nasib buruk kepada orang lain. Selain itu, sepatu juga bisa diartikan sebagai alat untuk “berjalan menjauh” dari hubungan yang ada.
8. Dompet (Kehilangan Kekayaan)
Memberikan dompet secara tradisional dianggap sebagai tindakan menyerahkan “wadah uang” Anda kepada orang lain, yang bisa diartikan Anda sedang membuang keberuntungan finansial sendiri. Pengecualian hanya berlaku jika hadiah ini diberikan kepada pasangan (suami/istri) karena dompet tersebut tetap berada dalam satu lingkup ekonomi keluarga.
9. Barang yang Terlalu Personal (Ikat Pinggang, Dasi, Kalung)
Barang-barang seperti ikat pinggang atau dasi dianggap memiliki makna yang terlalu intim. Jika diberikan kepada teman biasa atau rekan bisnis, ini bisa dianggap tidak sopan karena mengisyaratkan keinginan untuk “mengikat” atau membangun hubungan yang terlalu dekat secara tidak pantas.
10. Topi (Khususnya Warna Putih dan Hijau)
Topi putih adalah simbol duka cita dalam tradisi pemakaman Tionghoa. Sementara itu, ada pula istilah “memakai topi hijau” bagi pria, yang merupakan sindiran keras bahwa istrinya sedang berselingkuh. Jadi, sebaiknya hindari memberikan topi sebagai kado Imlek untuk menghindari salah paham.
> Tips Tambahan: Selain jenis barang, perhatikan juga warna bungkus kado. Hindari warna putih atau hitam, dan prioritaskan warna merah atau emas yang melambangkan kebahagiaan dan kejayaan untuk menyambut tahun 2026.
>








