Solusiindonesia.com — Perayaan Tahun Baru Imlek bukan sekadar ritual jamuan makan malam atau pembagian angpao. Bagi masyarakat Tionghoa, momen ini adalah simbol pembaruan dan penghormatan terhadap leluhur.
Salah satu tradisi yang paling kasat mata adalah mengenakan pakaian baru. Bukan sembarang busana, pakaian tradisional Tiongkok yang dikenakan saat Imlek menyimpan filosofi mendalam yang telah berevolusi selama lebih dari 3.000 tahun.
Pakaian tradisional ini bukan hanya soal estetika, melainkan cerminan nilai sosial dan identitas budaya. Melansir China Highlights, berikut adalah empat jenis pakaian tradisional Tiongkok yang kerap menghiasi perayaan Imlek di seluruh dunia.
1. Hanfu: Warisan Tertua Etnis Han
Hanfu diakui sebagai pakaian paling autentik dalam sejarah Tiongkok. Secara harfiah berarti “pakaian etnis Han”, busana ini konon telah ada sejak 4.000 tahun lalu. Hanfu memiliki pengaruh besar terhadap pakaian tradisional di Asia Timur seperti Kimono (Jepang) dan Hanbok (Korea).
Ciri khas Hanfu terletak pada kerah silang terbuka dan penggunaan ikat pinggang lebar. Komponen utamanya meliputi:
- Yi: Pakaian atasan dengan kerah silang.
- Qun/Chang: Rok yang bisa dikenakan baik oleh pria maupun wanita.
- Pei: Aksesori gantung yang menunjukkan status sosial pemakainya.
2. Cheongsam (Qipao): Simbol Keanggunan Modern
Siapa yang tidak mengenal Cheongsam? Busana yang memeluk lekuk tubuh ini awalnya berasal dari pakaian longgar wanita Manchu pada Dinasti Qing yang disebut Changpao. Seiring waktu, Cheongsam bertransformasi menjadi simbol mode global.
Terdapat tiga aliran utama Cheongsam yang populer:
- Gaya Beijing: Cenderung konservatif dengan bordir yang sangat detail dan rumit.
- Gaya Shanghai: Lebih berani dan modern, mengadopsi potongan western-style.
- Gaya Hong Kong: Dikenal lebih praktis dengan lengan pendek dan desain minimalis.
3. Tang Suit: Jaket Ikonik Penuh Doa
Meski namanya mengandung kata “Tang”, jaket ini justru populer di era Dinasti Qing. Nama “Tang Suit” muncul karena komunitas mancanegara sangat mengagumi kejayaan Dinasti Tang, sehingga segala hal yang berkaitan dengan Tiongkok sering disebut sebagai “Tang”.
Karakteristik utama Tang Suit adalah:
- Kerah Mandarin: Kerah tegak yang khas.
- Pankou: Kancing berbentuk simpul tali atau “katak”.
- Motif Keberuntungan: Biasanya dihiasi karakter Fu (kebahagiaan) atau Shou (umur panjang), menjadikannya pilihan favorit saat sembahyang Imlek.
4. Zhongshan Suit: Sisi Formal dan Maskulin
Dikenal di dunia Barat sebagai “Mao Suit”, setelan ini diperkenalkan oleh Dr. Sun Yat-sen (Sun Zhongshan). Berbeda dengan Hanfu yang menjuntai, Zhongshan suit memiliki potongan yang tegas, simetris, dan memberikan kesan stabil.
Desainnya sarat akan simbolisme politik dan sosial:
- Empat Saku: Melambangkan empat kebajikan utama dalam budaya Tiongkok.
- Lima Kancing Depan: Representasi dari pemisahan lima cabang kekuasaan pemerintah.
- Tiga Kancing Lengan: Melambangkan Tiga Prinsip Rakyat (Nasionalisme, Demokrasi, Kesejahteraan).
Mengenakan pakaian tradisional saat Imlek bukan hanya soal tampil menawan di foto keluarga, tetapi juga bentuk pelestarian budaya yang telah berusia ribuan tahun.








