Solusiindonesia.com — Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Dito Ariotedjo, angkat bicara mengenai rumor liar yang mengaitkan aktris berinisial DK sebagai penyebab keretakan rumah tangganya.
Politikus senior Partai Golkar itu menegaskan bahwa proses perceraian dengan sang istri sudah berjalan jauh sebelum dirinya menjalin komunikasi dengan DK.
Dikutip dari detikcom pada Selasa (16/12/2025), Dito Ariotedjo memberikan kronologi yang jelas untuk menepis tudingan adanya orang ketiga.
“Saya cuma bisa pastikan, hari ini, bukan DK penyebab saya berpisah. Semua proses perceraian sudah berjalan jauh sebelum saya mengenal DK,” ungkap Dito.
Kronologi Perceraian dan Perkenalan dengan DK
Dito menjabarkan fakta waktu yang membuktikan bahwa isu orang ketiga tersebut tidak berdasar:
- 31 Mei 2025: Dito menyatakan sudah resmi berpisah dengan istrinya.
- 12 Juni 2025: Proses gugatan cerai resmi didaftarkan di pengadilan.
- 9 Juli 2025: Sidang perdana gugatan cerai dilaksanakan.
- Akhir Juli 2025: Dito Ariotedjo mengaku baru pertama kali mengenal sosok aktris DK.
“Faktanya, saya sudah berpisah sejak 31 Mei dan proses gugatan di pengadilan sudah mulai berproses resmi sejak 12 Juni. Setelah itu sidang perdana adalah pada 9 Juli. Saya baru pertama kali mengenal DK pada akhir Juli,” jelasnya lebih lanjut.
Isu Orang Ketiga Ditepis, Ada Alasan Privasi Lain
Dito mengakui adanya alasan lain yang menjadi latar belakang perpisahan tersebut, namun menegaskan bahwa hal itu berada dalam ranah privat dan bukan karena faktor eksternal.
“Ada alasan lain di ranah privasi saya yang tidak bisa dibuka ke publik, namun yang pasti bukan karena ada faktor DK,” imbuh Dito. “Jadi benar saya memang kenal, tapi tidak benar jika dia dibilang sebagai penyebab gugatan cerai. Karena gugatan terjadi sebelum saya kenal dengan DK.”
Mantan Menpora ini berharap klarifikasinya dapat menghentikan spekulasi dan fitnah yang beredar, terutama yang menyeret nama pihak lain yang tidak bersalah.
“Saya berharap tidak ada yang mendapatkan fitnah dari keputusan yang saya jalani dengan sadar dan sebaik-baiknya. Bagi yang masih semangat berkreasi membuat cerita saya maafkan, semoga hatinya diberikan kedamaian,” tutup Dito Ariotedjo.








