Solusiindonesia.com — Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengerahkan empat batalyon tambahan untuk mempercepat proses pemulihan wilayah terdampak bencana alam di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk dukungan TNI terhadap upaya penanganan darurat dan pemulihan pascabencana di sejumlah daerah.
Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menyampaikan bahwa empat batalyon yang dikerahkan terdiri atas tiga batalyon Zeni dan satu Batalion Teritorial Pembangunan (BTP). Penugasan tersebut dilaporkan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (15/12/2025).
Menurut Agus, batalyon Zeni difokuskan untuk menangani pemulihan infrastruktur yang rusak akibat bencana, seperti perbaikan jalan yang terputus, pembangunan posko-posko darurat, serta pembangunan jembatan sementara atau jembatan bailey guna membuka kembali akses mobilitas masyarakat.
Sementara itu, Batalion Teritorial Pembangunan bertugas mendukung pemulihan wilayah melalui kegiatan pembersihan lumpur dan material kayu sisa bencana, serta membantu pembangunan hunian sementara maupun hunian tetap bagi warga terdampak.
Selain menjalankan tugas pemulihan fisik, personel TNI juga dilibatkan dalam mendukung distribusi bahan bakar dan pasokan listrik yang dilakukan oleh Pertamina dan Perusahaan Listrik Negara (PLN). TNI juga berperan dalam mendukung pembangunan infrastruktur yang dilaksanakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum.
Panglima TNI menjelaskan bahwa seluruh batalyon yang diterjunkan ke wilayah bencana telah dilengkapi dengan alat utama sistem senjata (alutsista), termasuk alat berat, guna menunjang kelancaran proses pemulihan infrastruktur dan pelayanan kepada masyarakat.
Hingga saat ini, tercatat sebanyak 35.477 personel TNI masih bertugas di wilayah terdampak bencana di Sumatera. Jumlah tersebut terdiri atas 28.319 personel TNI Angkatan Darat, 4.589 personel TNI Angkatan Laut, dan 2.569 personel TNI Angkatan Udara.
Agus menegaskan bahwa pengerahan personel dan alutsista TNI akan terus dilakukan sesuai kebutuhan di lapangan hingga proses pemulihan pascabencana dapat berjalan optimal dan kondisi wilayah terdampak kembali pulih secara bertahap.








